Arsip | Mei, 2010

Google Indonesia

22 Mei

Semuanya Belum tau kalo Indonesia punya google.Mau tau,mau bukti

nih dibawah ini(rekayasa).Caranya copy paste link ini juga http://www.funnylogo.info/create.asp

ini gambarnya di samping   

Iklan

PD 2010:Profil Brazil

18 Mei

Brazil memang sekarang baru naik daun.Setelah kegagalan di PD 2006.Brazil bisa membayar dengan juara Piala Konfederasi 2009.Apalagi pemain dari Brazil,Pemain papan atas eropa.Lihat saja,betapa gemilang nya penampilan sang kiper Brazil yaitu Gomes,Doni,dan Julio Cesar.Dunga lebih memilih Julio Cesar saat ini,karena ia tampil dengan gemilang saat laga terakhir.Dari kiper Julio Cesar memang berprestasi bersama Inter dari Serie A,Coppa Italia,kemungkinan Championship.Sehingga Julio Cesar meraih empat,Yaitu Serie A,Coppa Italia,Championship,Fifa Club Championship.Sedangkan pemain belakang yang difavoritkan        adalah Douglas Maicon,Maicon adalah rekan Cesar.Pastinya ia juga sangat berprestasi bersama Inter.Pemain tengah tentunya adalah Kaka,mantan pemain terbaik di dunia ini cukup apik bermain dengan Madrid.Pemain depan adalah Luis Fabiano,ia berhasil mencetak 14 gol di Brazil saat ini.

Profil Pemain Muda:Darron Gibson

17 Mei
Tanggal Lahir: 25 Okt 1987
Warga Negara: Norhern Ireland
Peranan: Midfielder
Nomor Punggung: 28
Tim Nasional:

Karier Klub:

Irlandia

Manchester United 2005-

Royal Antwerp(loan) 2006-2007

Wolves(loan) 2007-2008

Pemain:Profil Lassana Diarra

17 Mei

Nama:Lassana Diarra

Tempat Lahir:Paris,France                                      

Tinggi:173 cm

Berat:68 kg

Peranan:Midfielder

Karier:2003-2005 Le Havre

2005-2007 Chelsea

2007-2008 Arsenal

2008-2009 Portsmouth

2009- Real Madrid

National Career

2005-2006 France U-21

2007- France

Permainan Lassana Diarra: 155 Caps 4 Gol 5 Assist

International Lassana Diarra:27 Caps 0 Gol o Assist

Prestasi Bersama Klub:Chelsea: FA Cup 2007,Piala Carling 2007

Portsmouth:FA Cup 2008

PD 2010:Profil Korea Selatan

17 Mei

Korea Selatan adalah negara Asia pertama yang masuk semifinal tahun 2002.Korea Selatan negara yang tidak boleh diremehkan.Ia   mampu mengalahkan negara besar.Di Piala Dunia 2002,pada fase grup ia berhasil menjuarai grup D.Ia mampu mengalahkan Polandia dengan skor 2-0,tim yang selamat adalah Amerika Serikat ia mampu menahan 1-1.Korban selanjutnya adalah Portugal.Portugal yang dianggap negara besar,secara mengejutkan takluk 1-0.Di 16 besar jawara PD 2006 itu takluk 2-1.Sedangkan di perempat final Korea Selatan mampu mengimbangi Spanyol 0-0.Tapi,di babak adu penalti Spanyol dipermalukan Korea Selatan 3-5.Selanjutnya Korea Selatan hanya kalah tipis lawan Jerman 1-0.Walaupun,kalah perebutan juara 3 2-3 melawan Turki.Lihat di Kualifikasi PD 2010,Betapa hebat nya Korea Selatan.Korea Selatan memang tidak boleh kehilangan pemain seperti:Jisung Park itu yang utama,yang kedua adalah Chu Yong Park,Jika kedua nya tidak bisa dimainkan atau akumulasi kartu,mereka masih punya C.Lee.Jika mereka bertiga terkena akumulasi kartu,Korea Selatan akan sulit mengulang momen Piala Dunia 2002.

Arema tekuk Persisam

17 Mei

Arema Indonesia cuma butuh beberapa jam untuk kembali mengambil alih pimpinan klasemen sementara Superliga 2009/10 dari tangan Persipura Jayapura, setelah sukses menekuk tamunya   Persisam Putra Samarinda 2-1 di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (16/5). Sempat dikejutkan dengan gol yang dicetak Pipat Thonkanya pada menit ke-25 memanfaatkan umpan terukur Danilo Fernando, Arema yang mendapat dukungan penuh suporter fanatiknya lengsung memberikan respon dengan melancarkan serangan bertubi-tubi.Lima menit berselang misalnya, Fakhrudin yang berdiri bebas nyaris menyamakan kedudukan, jika saja tandukannya tidak lemah dan mudah diantisipasi kiper Persisam. Begitu pula dengan kesempatan yang diperoleh Roman Chmelo dua menit berselang, memanfaatkan kesalahan yang dilakukan kiper Persisam Wawan Hendrawan.

Sayang karena tendangan kerasnya masih melebar ke samping kiri gawang tim asal Kalimantan Timur tersebut, sehingga Arema kembali gagal mencetak gol ldan menyamakan.
Tapi para pemain tim kebanggaan warga Malang ini menunjukkan kelasnya sebagai tim papan atas dan calon kuat juara kompetisi kasta tertinggi sepakbola nasional musim ini, dengan terus menggedor lini pertahanan Persisam.

Hasilnya, Chmelo yang beberapa kali mendapat umpan terukur dari Esteban Guillen terus menebar ancaman. Hanya saja beberapa peluang yang diperoleh selalu gagal membuahkan hasil, menyusul ketatnya penjagaan lini belakang tim tamu.Namun gol yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tercipta melalui Pierre Njanka dari titik putih di menit akhir babak pertama, setelah M Roby tertangkap tangan menyentuh bola dengan tangannya saat berupaya menghalau serangan sporadis yang dilancarkan pemain Arema, yang membuat wasit Jimmy Napitupulu langsung menunjuk titik putih.Dengan tenang, defender asing Arema yang tampil menjadi algojo ini mengecoh kiper Wawan Hendrawan dan menceploskan bola ke gawang yang telah kosong, sehingga mengubah kedudukan menjadi sama kuat 1-1, yang bertahan hingga turun minum.  Memasuki babak kedua, Arema sedikit mengendurkan tekanan yang membuat Persisam kembali bangkit dan melancarkan serangan. Hanya saja, hal itu tidak berlangsung lama, karena para pemain tuan rumah kembali tampil agresif.Arema yang memang mengejar poin penuh agar bisa kembali mengambil alih pimpinan klasemen dari tangan Persipura Jayapura, kembali tampil agresif. Secara bertubi-tubi, lini pertahanan Persisam ditekan. Hanya saja selalu gagal membuahkan gol.Beruntung, pemain pengganti Rahmad Affandi mampu memecah kebuntuan timnya pada menit ke-65, setelah tendangan keras kaki kirinya gagal diantisipasi kiper Persisam yang membuat papan skor kembali berubah 2-1 untuk keunggulan Arema.Sukses menambah gol membuat adrenalin pemain Arema kembali terlecut. Hasilnya, beberapa peluang sempat tercipta. Salah satunya melalui tendangan keras M Ridhuan yang sempat membentur tiang gawang. Begitu pula dengan pergerakan Rahmad Affandi yang nyaris berbuah gol, jika saja sontekannya tidak membentur kaki kiper Persisam.Dan hingga wasit Jimmy Napitupulu asal Jakarta yang memimpin laga meniup peluit panjang di penghujung babak kedua, tidak ada tambahan gol yang tercipta, sehingga Arema memastikan keunggulannya.Atas kemenangan ini, skuad tim besutan pelatih Robert Albert kembali unggul tiga poin atas Persipura yang beberapa jam lalu sukses memetik kemenangan atas Persebaya, dengan mengemas 66 poin dari 31 pertandingan.Sedangkan Persisam, kekalahan ini membuat mereka gagal menjauh dari papan bawah, dan tetap terpaku di posisi ke-14 klasemen sementara dengan raihan 37 poin yang juga dari 31 laga.

ISL:Jelang Arema vs Persisam

16 Mei

Arema terus berambisi mempertahankan posisi di puncak klasemen sementara untuk menjaga peluang menjadi juara. Karena itu, target tiga angka dari Persisam merupakan kewajiban yang harus dipenuhi pemain.  Arema tidak akan diperkuat Noh Alam        Shah yang menjalani sanksi kartu merah.

Persisam sedang berusaha melepaskan diri dari ancaman degradasi. Hasil bagus di 16 Besar Piala Indonesia menjadi modal berharga menghadapi laga ini. Pelatih Hendri Susilo pun tak terlalu menghadapi kendala dengan kesiapan para pemainnya. Waktu istirahat yang didapat anak asuhnya sudah cukup untuk meladeni permainan kolektif Arema.