Arsip | Januari, 2012

GOAL.com Indonesia Reader’s Choice Awards 2011: Pelatih Terbaik Indonesia

1 Jan
AJI SANTOSO | 6 April 1970
Berhasil membawa Persebaya 1927 memuncaki klasemen paruh musim Liga Primer Indonesia (LPI) sebelum akhirnya kompetisi dihentikan, Aji Santoso disebut-sebut menjadi kandidat pelatih timnas U-23. Namun, Aji kalah bersaing dengan Rahmad Darmawan, sehingga menjadi asisten. Kini, nama Aji kembali difavoritkan menangani timnas U-23. Sebagai pelatih, prestasi terbaik Aji adalah mengantarkan tim PON Jawa Timur meraih medali emas PON Kaltim 2008.

 

JACKSEN FERREIRA TIAGO | 28 Mei 1968
Tahun 2011 merupakan masa indah bagi Jacksen F Tiago. Setelah berhasil menjadikan Persipura Jayapura juara Superliga Indonesia (ISL) 2010/11, tim Mutiara Hitam juga menembus perempat-final Piala AFC 2011. Jacksen membuat Persipura tampil konsisten tahun ini. Musim ini dia belum mendampingi tim karena harus ke Brasil mengikuti kursus kepelatihan sekaligus mendapat penghargaan dari Asosiasi Pelatih Profesional Rio de Janeiro bernama Trophy Mario Jorge Lobbo Zagallo.

 

NIL MAIZAR | 2 Januari 1970
Ditunjuk menggantikan Arcan Iuri sebagai pelatih Semen Padang, banyak yang pesimistis Nil Maizar bisa memberikan hasil bagus. Namun, tim Kabau Sirah berhasil dibawa menempati empat besar klasemen ISL 2010/11 dari debutnya di kompetisi tertinggi itu. Musim lalu Semen Padang bertransformasi dari sebuah tim promosi hingga memiliki harapan beraksi di kompetisi Asia. Kabau Sirah memang gagal ke Asia, tetapi mereka sukses mempertahankan posisi di papan atas klasemen Superliga Indonesia. Musim ini Semen Padang beraksi di Liga Prima Indonesia dan untuk sementara berstatus pemuncak klasemen dengan delapan poin, unggul selisih gol dari Persija IPL.

 

RAHMAD DARMAWAN | 28 November 1966
Musim lalu Rahmad Darmawan gagal membawa Persija Jakarta ke Liga Champions Asia karena kalah selisih gol dengan Arema Indonesia hingga tim kebanggaan Ibu Kota tersebut harus puas menempati peringkat ketiga klasemen akhir Superliga Indonesia 2010/11. Meski demikian, dengan segudang prestasi sebelumnya dia dipercaya membesut timnas U-23 yang kemudian mempersembahkan medali perak SEA Games 2011 di Jakarta.

 

SAJURI SYAHID | 1 Desember 1967
Di luar stadion sosok ini dikenal kalem tetapi sikapnya di pinggir lapangan jauh berbeda. Sajuri sudah lama mengabdi pada Persiba Bantul dan memulai karirnya sebagai asisten pelatih Andi Lala di tahun 2003. Di paruh kedua musim lalu, Sajuri dipercaya menjadi pelatih kepala menggantikan Eduard Tjong. Tidak tanggung targetnya adalah promosi dari Divisi Utama dan dia sanggup menjawabnya dengan baik.

Tentukan pilihan Anda melalui jajak pendapat di bawah ini. Mungkin Anda punya pilihan lain? Anda juga bisa menyampaikan pendapatnya melalui formulir komentar di bawah ini. Kami dari GOAL.com Indonesia ingin mengetahui tanggapan Anda.

Polling ditutup pada 14 Januari 2012 pukul 23:59 WIB, dan hasilnya akan diumumkan bersama pilihan tim redaksi GOAL.com Indonesia pada 15-28 Januari 2012.

Iklan

GOAL.com Indonesia Reader’s Choice Awards 2011: Kiper Terbaik Indonesia

1 Jan
FERRY ROTINSULU | 28 Desember 1982
Kiper utama Sriwijaya FC Palembang yang tidak pernah tergantikan kecuali dirinya mengalami cedera. Konsistensi Sriwijaya berada di papan atas klasemen Superliga juga tidak lepas dari kontribusi Ferry. Selain itu, penampilan Ferry yang konsisten membuat dirinya menjadi kiper utama timnas menggeser Markus Haris Maulana.
Momen Terbaik

Bermain gemilang saat timnas Indonesia melawat ke markas Turkmenistan dalam laga leg pertama Pra-Piala Dunia 2014.

 

I MADE WIRAWAN | 1 Desember 1981
I Made Wirawan adalah salah satu kiper yang selalu tampil konsisten di setiap pertandingan. Bersama Persiba Balikpapan, dia menjadi salah satu kiper yang disegani di Superliga Indonesia. Bahkan, berkat kemampuannya, dia akhirnya mendapatkan panggilan timnas di tahun 2011.

Momen Terbaik

Bermain sangat gemilang saat timnas Indonesia melakoni laga uji coba menghadapi Arab Saudi di stadion Shah Alam, Malaysia, dengan mementahkan peluang-peluang emas yang didapat oleh tim dari Timur Tengah tersebut.

 

KURNIA MEIGA HERMANSYAH | 7 Mei 1990
Bermain konsisten di Superliga Indonesia 2011 sehingga membawa Arema Indonesia menempati posisi runner-up di klasemen akhir dan menjadi tim yang paling sedikit kebobolan kedua setelah Persipura. Karena kepiawaian dan pengalamannya yang banyak membuat Meiga terpilih menjadi kiper utama timnas U-23 di ajang SEA Games 2011 di bawah asuhan Rahmad Darmawan.

Momen Terbaik

Membantu Arema mencukur Bontang FC dengan skor telak 8-0 pada laga pamungkas tim Singo Edan di Superliga Indonesia musim 2010/11.

 

SYAMSIDAR | 15 Juli 1982
Meskipun sempat didera masalah cedera, pada tahun 2011 Syamsidar tetap terbukti mampu menunjukkan performa puncak yang selama ini hilang. Ia memberi kontribusi besar pada pencapaian Semen Padang di Superliga 2011, di mana mereka menempati posisi keempat. Bahkan mereka menjadi tim yang paling sedikit kemasukan nomor tiga di liga.

Momen Terbaik

Syamsidar mampu membendung serangan timnas Indonesia U-23 pada laga uji coba pada bulan Oktober silam. Pada laga tersebut, Syamsidar beberapa kali menepis tendangan striker andalan timnas U-23, Titus Bonai.

 

YOO JAE HOON | 7 Juli 1983
Sebagai pemain asing, Yoo Jae Hoon dituntut tampil maksimal, dan hal tersebut benar-benar dilakukan oleh pemain asal Korsel tersebut. Ia turut berjasa mengantar Persipura meraih gelar juara Superliga Indonesia. Berkat kepiawaiannya pula, tim Mutiara Hitam menjadi tim yang paling sedikit kemasukan.

Momen Terbaik

Bermain luar biasa saat memperkuat Persipura di perempat-final Piala AFC menghadapi Arbil. Meskipun gagal lolos, aksi-aksi Yoo Jae Hoon menghindarkan Persipura dari kekalahan yang telak.

Tentukan pilihan Anda melalui jajak pendapat di bawah ini. Mungkin Anda punya pilihan lain? Anda juga bisa menyampaikan pendapatnya melalui formulir komentar di bawah ini. Kami dari GOAL.com Indonesia ingin mengetahui tanggapan Anda.

Polling ditutup pada 14 Januari 2012 pukul 23:59 WIB, dan hasilnya akan diumumkan bersama pilihan tim redaksi GOAL.com Indonesia pada 15-28 Januari 2012.

GOAL.com Indonesia Reader’s Choice Awards 2011: Bek Terbaik Indonesia

1 Jan
ABDULRAHMAN | 14 Mei 1988
Usia muda, Postur di atas rata-rata pemain Indonesia, lugas dan disiplin membuat nama Abdul Rahman semakin berkibar di sepakbola nasional. Ia menjadi bek andalan timnas U-23 di ajang SEA Games 2011 dan saat ini ia berhasil menembus skuad utama Semen Padang.

Momen Terbaik

Abdul Rahman berhasil mencetak gol pertamanya untuk timnas U-23 saat melakoni laga uji coba menghadapi Timor Leste di stadion Utama Gelora Bung Karno (25/10).

 

DIEGO MICHIELS | 8 Agustus 1990
Pemain yang baru dinaturalisasi ini langsung mendapatkan kesan positif dari Rahmad Darmawan yang menukangi timnas U-23 saat itu. Postur dan skillnya yang cukup bagus membuatnya menjadi pemain kunci timnas di ajang SEA Games 2011. Saat ini, diapun menjadi pemain andalan di Pelita Jaya pada kompetisi Superliga Indonesia.

Momen Terbaik

Mengantarkan timnas Indonesia U-23 meraih kemenangan telak 6-0 atas Kamboja, di mana itu adalah pertandingan pertamanya bersama timnas di ajang bergengsi.

 

GUNAWAN DWI CAHYO | 20 April 1989
Meskipun bukan pemain inti saat memperkuat Sriwijaya FC, Gunawan tetap menjadi andalan di lini belakang timnas U-23 terutama saat ajang SEA Games 2011. Penampilannya yang maksimal membuat dia menjadi pemain inti di Arema IPL musim 2011/12.

Momen Terbaik

Mencetak gol ke gawang Malaysia di final SEA Games 2011, namun sayang golnya tersebut belum mampu membawa Indonesia meraih emas di cabang sepakbola.

 

HAMKA HAMZAH | 29 Januari 1984
Hamka Hamzah akhirnya mampu menemukan performa puncaknya lagi setelah bergabung dengan Persipura Jayapura. Bersama tim Mutiara Hitam tersebut, Hamka merasakan manisnya gelar juara di tahun 2011. Dan berkat penampilan menawannya, ia kembali dipanggil masuk ke timnas dan menjadi palang pintu andalan timnas senior.

Momen Terbaik

Memimpin klub barunya, Mitra Kutai Kartanegara, melakukan comeback setelah tertinggal dua gol dari tuan rumah PSAP Sigli dalam laga kedua Superliga Indonesia 2011/12. Gol pertamanya menyuntik semangat para pemain Mitra Kukar sehingga menang 3-2.

 

VICTOR IGBONEFO | 10 Oktober 1985
Tidak diragukan lagi, Igbonefo adalah salah satu pemain yang terus tampil konsisten sepanjang tahun 2011. Ketangguhannya membuat Persipura kembali merebut gelar Superliga 2011. Selain itu, tim Mutiara Hitam juga berhasil menembus babak perempat-final Piala AFC.

Momen Terbaik

Pada ajang Inter Island Cup 2011, untuk pertama kalinya Igbonefo harus meladeni Persipura sebagai lawan tanding karena ia telah memutuskan untuk hijrah ke Pelita Jaya.

 

WAHYU WIJIASTANTO | 31 Mei 1986
Kapten Persiba Bantul ini layak untuk dijadikan sebagai salah satu nominator bek terbaik. Wiji yang bertubuh gempal tersebut berhasil mengantarkan klub Persiba meraih gelar juara Divisi Utama 2011 dan ia sendiri meraih predikat pemain terbaik Divisi Utama 2011. Bahkan di tahun 2011 ia mendapatkan kesempatan untuk memperkuat timnas Indonesia.

Momen Terbaik

Gol tunggal Wijiastanto di final Divisi Utama menghadapi Persiraja Banda Aceh, memastikan klubnya meraih gelar tertinggi di kasta kedua sepakbola nasional.

Tentukan pilihan Anda melalui jajak pendapat di bawah ini. Mungkin Anda punya pilihan lain? Anda juga bisa menyampaikan pendapatnya melalui formulir komentar di bawah ini. Kami dari GOAL.com Indonesia ingin mengetahui tanggapan Anda.

Polling ditutup pada 14 Januari 2012 pukul 23:59 WIB, dan hasilnya akan diumumkan bersama pilihan tim redaksi GOAL.com Indonesia pada 15-28 Januari 2012.

GOAL.com Indonesia Reader’s Choice Awards 2011: Gelandang Terbaik Indonesia

1 Jan
AHMAD BUSTOMI | 13 Juli 1985
Bermain konsisten sepanjang tahun ini, dan menjadi salah satu andalan untuk mengisi lini tengah timnas senior. Performanya itu membuat tim promosi Mitra Kukar memboyong Cimot, sapaan Bustomi. Di klub barunya, Cimot juga tetap menjaga performanya.

Highlights 2011

Jangan ragukan kontribusi besarnya bagi Arema Indonesia musim lalu. Kepiawaiannya dalam mengatur tempo permainan sekaligus tembok pertama pertahanan di lini tengah menjadi kunci kesuksesan tim mengamankan peringkat kedua klasemen akhir Superliga Indonesia 2010/11. Musim ini merapat ke Mitra Kukar dan masih menjadi bagian dari timnas senior Indonesia.

 

ANDIK VERMANSYAH | 23 November 1991
Inilah ‘Lionel Messi’ Surabaya. Meski posturnya terbilang mungil, Andik tidak takut berduel dengan pemain yang lebih besar. Masih muda, namun jam terbang Andik di level nasional maupun internasional terbilang tinggi. Dia menjadi salah satu pilar penting timnas U-23 di SEA Games 2011 dan terakhir aksi fenomenalnya di atas lapangan mampu menuai pujian dari David Beckham. Di bursa transfer, nama Andik dihubungkan dengan dua tim raksasa Portugal, FC Porto dan Benfica.

Highlights 2011

Pemain berposisi asli gelandang sering ini penuh sensasi sepanjang tahun 2011. Saleh Ismail Mukadar mengklaim Andik dilirik klub Portugal Benfica. Permainannya di timnas U-23 menonjol, walau kerap mengawalinya dari bangku cadangan. Menarik perhatian David Beckham, sehingga mendapatkan jersey milik bintang sepakbola dunia itu.

 

EGI MELGIANSYAH | 4 September 1990
Meski berusia sangat muda, perannya di lini tengah tim Indonesia U-23 begitu sentral. Kemampuannya mendistribusikan bola ke lini depan pantas mendapat acungan jempol. Di masa depan Indonesia layak berharap banyak pada pemain dengan potensi besar ini dan tak mengherankan jika Pelita Jaya mati-matian menahan kepergiannya.

Highlights 2011

Kendati Pelita Jaya memperlihatkan hasil buruk di musim 2010/11, Egi Melgiansyah tetap menonjol. Rahmad Darmawan pun memanggil Egi untuk masuk ke dalam skuad timnas U-23. Jiwa kepemimpinannya juga turut membuat Rahmad memberikan ban kapten timnas U-23 kepada Egi.

 

MAHADIRGA LASUT | 17 Agustus 1988
Setelah bermain buruk pada tahun lalu, Mahadirga Lasut berhasil memperbaiki performanya di tahun ini. Mantan pemain Sriwijaya FC itu kemudian mendapatkan tempat di timnas U-23, dan kerap tampil sebagai starter. Mahadirga kini memperkuat Mitra Kukar.

Highlights 2011

Duetnya bersama Egi Melgiansyah di tim Indonesia U-23 menghadirkan harmoni di sektor tengah. Dipercaya penuh oleh pelatih Rahmad Darmawan menempati posisi sebagai gelandang bertahan. Mahadirga Lasut juga terpilih dalam tim Indonesia Selection menghadapi tim raksasa MLS LA Galaxy.

 

MUHAMMAD ILHAM | 22 Januari 1981
Sempat dilupakan oleh Alfred Riedl, nama M Ilham mencuat lagi kala mencetak satu gol ke gawang Turkmenistan di Asghabat pada laga Pra-Piala Dunia Juli lalu. Berposisi gelandang serang di Persija Jakarta dan M Ilham dikenal memiliki kecepatan tinggi dengan kemampuan mengolah si kulit bundar di atas rata-rata. Musim ini, dia menjadi bagian penting rival abadi Macan Kemayoran, Persib Bandung.

Highlights 2011

Tampil konsisten di timnas senior maupun Persija Jakarta pada musim lalu. Sering mengancam pertahanan lawan dengan tendangan keras. M Ilham pun tetap menjaga performanya di Persib Bandung di musim ini.

 

ZAH RAHAN | 7 Maret 1985
Nama Zah Rahan melejit bersama Sriwijaya FC dan terus melambung pasca bergabung ke Persipura Jayapura. Berperan sebagai pengatur serangan, Zah Rahan dikenal sebagai pemain licin dengan akurasi umpan pendek dan jauh yang tinggi. Tak heran pemain sekelas Boaz Solossa semakin subur kala bermain dengan punggawa asing asal Liberia ini.

Highlights 2011

Masih memperlihatkan permainan terbaik di persepakbolaan nasional. Zah Rahan merupakan sosok sukses Persipura Jayapura di kompetisi domestik dan Asia tahun ini. Sebagai gelandang, Zah Rahan sudah menyumbangkan delapan gol bagi tim yang dibelanya sejak tahun 2010.

Tentukan pilihan Anda melalui jajak pendapat di bawah ini. Mungkin Anda punya pilihan lain? Anda juga bisa menyampaikan pendapatnya melalui formulir komentar di bawah ini. Kami dari GOAL.com Indonesia ingin mengetahui tanggapan Anda.

Polling ditutup pada 14 Januari 2012 pukul 23:59 WIB, dan hasilnya akan diumumkan bersama pilihan tim redaksi GOAL.com Indonesia pada 15-28 Januari 2012.

GOAL.com Indonesia Reader’s Choice Awards 2011: Striker Terbaik Indonesia

1 Jan
BOAZ SOLOSSA | 16 Maret 1986
Boaz Solossa merupakan pemain andalan tim nasional Indonesia dan Persipura Jayapura. Ketajamannya di depan gawang lawan tidak diragukan lagi. Musim 2010/11 pasti terasa spesial bagi Boaz karena selain mengantarkan Persipura menjadi raja sepakbola di Indonesia, dia sukses menyabet dua penghargaan bergengsi lainnya yaitu Topskor dan Pemain Terbaik Superliga.

Highlights 2011

Pemain sarat kontroversi sepanjang tahun ini bila berkaitan dengan pemanggilan pelatnas timnas. Kendati demikian, Boaz tetap memperlihatkan performa bagus. Bukan hanya sebagai top scorer musim 2010/11 dengan torehan 22 gol, Boaz juga terpilih sebagai pemain terbaik.

 

CRISTIAN GONZALES | 30 Agustus 1975
Meski sedikit meredup, musim lalu Cristian Gonzales tetaplah menjadi andalan di lini depan Persib Bandung. Setelah resmi menjadi WNI, posisi Gonzales di timnas nyaris tak tergoyahkan. Aksi Gonzales di awal musim Superliga Indonesia bersama Persisam Samarinda kembali menggila — sesuai dengan julukannya El Loco — dengan torehan lima gol dari empat pertandingan.

Highlights 2011

Pemain veteran ini masih menunjukkan kelasnya sebagai striker berbahaya di Indonesia. Pada tahun ini, El Loco melesakkan lima gol bagi timnas senior. Sedangkan bersama klub barunya Persisam Samarinda hingga akhir tahun ini, El Loco mencetak lima gol dari empat laga.

 

EDWARD WILSON | 22 September 1984
Keganasan Edward Junior Wilson di kotak penalti lawan sudah terendus sejak sukses membawa Semen Padang promosi ke Superliga Indonesia sekaligus menyabet gelar topskor Divisi Utama 2009/10. Penampilan impresif Edu tidak berhenti karena pada musim berikutnya dia tak hanya menjadi tumpuan skuad besutan Nil Maizar di lini depan dengan torehan 16 gol tetapi mampu mengubah status tim Kabau Sirah menjadi tim papan atas sekaligus kuda hitam kandidat juara di kompetisi paling elit di Indonesia.

Highlights 2011

Bomber Semen Padang ini belum menunjukkan penurunan performa di tahun 2011. Edu, sapaan Edward, selalu masuk daftar tiga besar top skorer. Sempat mengawali musim 2011/12 dengan buruk, Edu kembali memperlihatkan ketajamannya ketika mencetak hat-trick saat menggilas Persema Malang 6-2.

 

FERDINAND SINAGA | 18 September 1988
Penampilan Ferdinand Sinaga bersama Persiwa Wamena membuat dirinya dipanggil masuk ke dalam skuad timnas senior. Di bawah asuhan Wim Rijsbergen, Ferdinand tidak bermain maksimal. Ketika ia dipanggil masuk ke timnas U-23, nama pemain yang kini memperkuat Semen Padang itu mulai mencuat.

Highlights 2011

Musim lalu Ferdinand Sinaga rela terbang ke Persiwa Wamena demi mendapatkan kesempatan bermain, namun pengorbanan ini berbuah hasil positif dengan catatan sepuluh gol dari 26 pertandingan hingga mendapat panggilan Rahmad Darmawan untuk memperkuat Indonesia U-23 di ajang SEA Games. Di pesta olahraga negara ASEAN tersebut, Ferdinand menyumbang satu gol di laga penting melawan Thailand, tetapi kisahnya harus ternoda karena gagal menembus gawang Malaysia di episode adu penalti di partai final.

 

PATRICH WANGGAI | 27 Juni 1988
Inilah pemain paling fenomenal di skuad Indonesia U-23 yang bertarung di SEA Games 2011. Di sepanjang turnamen negara-negara ASEAN itu Patrich sukses mengemas lima gol. Kemampuan menendang kaki kanan dan kiri Wanggai sama baiknya. Fakta ini menjadi keuntungan tersendiri saat mengantisipasi umpan rekan satu tim dari segala arah.

Highlights 2011

Seperti halnya Titus Bonai, Patrich Wanggai pun menjadi andalan timnas U-23. Performa cemerlangnya bersama Persidafon Dafonsoro membuat Rahmad Darmawan memanggilnya masuk ke dalam tim. Dari 15 penampilannya di timnas U-23, Patrich telah melesakkan delapan gol.

 

TITUS BONAI | 4 Maret 1989
Tahun 2011 merupakan karir cemerlang Tibo di sepakbola nasional. Performa bagus di Persipura membuat Tibo dipanggil masuk skuad timnas U-23. Setali tiga uang, Tibo pun mempertahankan performa bagusnya ketika memperkuat tim Garuda Muda.

Highlights 2011

Aksi mantan striker Persiram Raja Ampat ini semakin matang. Kemajuan pesat yang diperlihatkan Tibo ditenggarai tidak terlepas dari tangan dingin pelatih Rahmad Darmawan. Kecepatan dan agresifitas Tibo menjadi modal utama saat mengoyak pertahanan lawan untuk mencetak gol. Di SEA Games 2011 kebintangan bomber Persipura Jayapura ini semakin terang benderang dengan catatan lima gol termasuk gol di episode drama adu penalti melawan Malaysia.

Tentukan pilihan Anda melalui jajak pendapat di bawah ini. Mungkin Anda punya pilihan lain? Anda juga bisa menyampaikan pendapatnya melalui formulir komentar di bawah ini. Kami dari GOAL.com Indonesia ingin mengetahui tanggapan Anda.

Polling ditutup pada 14 Januari 2012 pukul 23:59 WIB, dan hasilnya akan diumumkan bersama pilihan tim redaksi GOAL.com Indonesia pada 15-28 Januari 2012.