Arsip | Agustus, 2014

Usai ‘Konsultasi’ Dengan Game Football Manager, Gomis Pilih Swansea

31 Agu

Striker anyar Swansea City, Bafetimbi Gomis memiliki pengalaman unik terkait keputusannya untuk bergabung dengan klub asal Wales tersebut di bursa transfer kali ini. Pemain asal Prancis tersebut mengaku bahwa ia memilih Swansea setelah terlebih dahulu ‘menjajal’ karir di klub tersebut lewat game Football Manager!

Hal tersebut diungkapkannya dalam profil resminya di situs klub, yang disadur ulang oleh Balls.ie.  Pemain berusia 29 tahun ini mengakui bahwa ia melihat dirinya sukses bersama Swansea dalam game tersebut, meskipun gagal memenangkan trofi.

“Saya tak memenangkan trofi, namun saya berhasil memberikan ancaman terhadap banyak klub besar dan membawa Swansea bertengger di urutan kedelapan di akhir musim,” ungkap mantan bomber Lyon ini.

“Saya memenangkan banyak laga melawan tim-tim elit. Menurut game tersebut, Swansea juga memiliki banyak pemain yang bagus.”

Sebuah cara yang cukup unik tentunya dalam memilih klub baru bagi seorang pesepakbola. Patut ditunggu apakah prediksi Football Manager tersebut mampu dibuktikan Gomis di dunia nyata.

Iklan

[Artupoke’s Team Talk] : Apakah Football Manager Masih Berada Di Rencana Masa Depanmu ?

24 Agu

World Cup sudah selesai, Jerman sudah sukses juara, dan FM14 sudah sukses kalian khatamkan bolak –balik. Bila kalian menanyakan Football Manager 2015 kapan rilisnya, terus saya mesti Tanya ke siapa ? 

Sampai tulisan ini dibuat, dari pihak manapun masih  belum memberikan tanggal rilisnya yang pasti, tapi kalau kita melihat historis tanggal rilis football manager edisi sebelumnya, bisa dipastikan sekitar akhir October atau pertengahan November 2014 ini (nah, betul kan prediksi ane ).

Siap siaplah bergembira, bersiap berpesta, dan bergadang semalaman di depan layar kaca di bulan November 2014 ini.Jadi siapkan tabunganmu untuk membeli gamenya yak.

Berbicara persiapan untuk membeli sebuah obat candu kuat bernama Football Manager 2015, Ada yang sadar bahwa :

  • Football Manager adalah game dimana tidak ada satupun dari kalian akan memiliki jalan cerita yang sama dengan FMers lain. Dan hal ini hanya akan membuat seru, karena berbagi cerita saat bermain FM dengan teman-temanmu seperti berbagi pengalaman hidup.
  • Jika kalian sudah mengenal FM sejak FM2005 dan rutin memainkannya sampai FM14 saat ini, berarti :

o   Sepertiga umur kalian telah kalian relakan berada di pengaruh permainan yang bernama Football Manager.

o   kurang lebih 3648 jam kalian sudah dihabiskan untuk bermain Seri Football Manager dari FM2005 – FM14  (asumsi dengan jam main “normal” saat main FM)

       terus kita kapan malam minggunya ?

o   Kalian lebih mengenal freddy adu, henri saivet, Ben Arfa, Kerlon, Carlos Fierro dst daripada pengamat bola manapun.

o   Chelsea Islan bukanlah nama pertama yang terlintas di kepala anda saat ada sepotong kata yang berbunyi Chelsea, melainkan Chelsea FC, Frank Lampard, Mourinho, dst.

Chelsea FC ? Frank Lampard ? kenapa bukan akuu ?

o   Kalian pernah Teriak Goooooal jam 3 pagi walau gak ada pertandingan Bola di TV.

o   Kamu sudah pernah memiliki momen dimana saat tiba-tiba terpejamkan mata, kamu melihat gambar orang orang kecil di lapangan nyetak gol. Buka mata ? sama aja, karena hampir seharian anda maen FM.

 

dan jika dan hanya jika, kalian masih bertekad untuk masih bertekuk lutut di depan FM15 dan seterusnya ?  Lihat dulu gambar dibawah ini, tenang bukan gambar menggugah iman lagi kok.

 

Game Time : 112 Days, 16 Hours 23 Minutes
Addictedness Rating : Congratulations from everyone at Sports Inteactive. We never thought you’d make this far.

 

Screenshot di atas adalah addictedness rating dimana akan muncul apabila kamu memecahkan game time 100 hari. Dan (sampai saat ini ) adalah rating paling tinggi untuk Addictedness ratingnya Football Manager. Jika kalian sudah berencana merelakan 3000 jam lagi di football manager series,  saran terbaik adalah bicarakan baik-baik dengan calon istri/suamimu, untuk dapat menerimamu apa adanya nanti. Percayalah, jika dia jodohmu. Dia akan senang hati membiarkanmu karena masih rela kamu selingkuh dengan FM daripada wanita lain.

 

Selamat bermain FM ya FMLovers.

“Nggak apa deh, asal kamu tetep sayang sama aku…”

Gambar diatas adalah hak cipta pemilik gambar tersebut, bukan milik dari website ini.
diambil dari beberapa sumber dari google.
Tulisan ini dimuat di Majalah IDFM edisi ke 7 dan artupoke.com , jika belum download aja disini yak. klik gambar IDFM Magz dibawah.

 

Penulis: Artupoke

This Our Story Of Football Manager #FMLoversStory

22 Agu

 

Ditulis oleh Fachri Rachmantijo

 

Tulisan ini adalah kiriman dari FMLovers yang dimaksudkan untuk kompetisi #FMLoversStory dengan hadiah Football Manager 2015 Gratis 😀. Follow @Rtupoke untuk info lebih lanjut.

 

Halo pertama gw mau perkenalan diri gw dulu nama gw Fachri Rachmantijo umur gw 18 tahun jujur gw kenal fm itu awalnya fm 2010 waktu awal gw masuk smp dan yang kenalin itu sodara gw yang dulu sehari-harinya main CM 2000-fm 2008. Awalnya gw tertarik sama dunia sepakbola dari sd semua pertandingan malam gw bela-belain nonton cuma melihat kiprah om mourinho di Chelsea. ada ketertarikan gw udah bercita-cita jadi manager,so what should I do?gw coba berpikir kenapa gw harus ambil lisensi kepelatihan kan umur gw masih kecil,

 

Nah waktu itu sodara gw dating kerumah karena dia baru lulus dari kuliah tuh nah dia ceritaain serunya dia waktu masa kuliah dulu main game di computer selayaknya manajer sepakbola.akhirnya gw dikenalin tuh game fm nah waktu itu fm 2010 kata dia ini game seru brader lau bisa jadi manajer kan sob ceritanya nah gw dikasih tau tuh wonderkid,tata cara tactic,pentingnya team talk,scouting semuanya deh.

 

Awalnya susah buat adaptasi sama game ini sob gw awal manager fm tuh pake man city lu tau kan pas fm 2010 man city superior banget budget diatas $100M gw mulai deh tuh datengin pemain top mulai dari di maria sampe bernardo yup wonderkid cruzeiro yang gaktau sekarang kabarnya menghilang haha,gw terus mengalami kekalahan karena gaktau philosophy tactic asal nigel de jong gw selalu dapet kartu merah haha akhirnya setelah baca-baca tutorial dari blog agan handy fernandy hehehe akhirnya perlahan kekalahan berubah jadi kemenangan haha

 

Nah mulai dari situ hari-hari gw berwarna dengan fm setelah sempet ditolak cinta haha yang membuat gw frustasi akhirnya allah memberikan obat mujarab selain shalat dan ngaji yaitu game fm yang gw mainin dari 2010-2014 haha fm menemani gw ujian nasional 2x waktu smp dan sma dia adalah pemecah segala masalah jika kita pusing atau gak mood belajar tinggal buka fm aja pasti lu langsung seger lagi oiya temen gw juga sempet bilang game apaan sih tuh gak seru juga, Cuma nontonin orang main bola doang tapi menurut gw kalo lu suka pasti lu ngejalaninnya juga beda kan sobhs

 

Oke deh sekian cerita gw semoga bisa memotivasi kalian yang mau mendalami game fm sampe jago kaya sesepuh-sesepuh di grup idfm atau kaskus fm hehehe semangat terus guys nih gw kasih skrinsutan pas gw main fm 12 soalnya yang lain udah gakada jadinya yang ada aja ya hahaha

 

clip_image002

 

Be a Manager In REAL LIFE (Awal Perjalanan Menjadi Manager Team Futsal) #FMLoversStory

19 Agu

 

Ditulis oleh : Fajar Aziz Ahdika

 

Tulisan ini adalah kiriman dari FMLovers yang dimaksudkan untuk kompetisi #FMLoversStory dengan hadiah Football Manager 2015 Gratis 😀. Follow @Rtupoke untuk info lebih lanjut.

 

image

 

Foto diatas adalah para pemain team yang saya tangani. Bravo Junior adalah nama teamnya. Team dengan kohesivitas yang sangat tinggi dan kekompakkan yang luar biasa. Uniknya, team ini masih bisa tertawa menikmati pertandingan walaupun akhirnya mereka kalah. Hahaha uniknya lagi adalah team ini akan selalu ada saat kompetisi dan hilang begitu saja saat tidak ada kompetisi. Wkwkw

 

Awal cerita dimulai ketika team ini berlatih didepan rumah saya. Kebetulan didepan rumah ada lapangan voli. Mereka berlatih disana dengan dengan ditemani teman saya, saya pun menghampirinya dan menanyakan tujuan mereka berlatih. Ternyata 2 hari lagi ada kompetisi futsal, dan gilanya lagi mereka meminta bantuan saya untuk menjadi pelatih sekaligus manajer dengan alasan karena saya pintar membaca situasi pertandingan dan pengetahuan tentang taktik bola yang lumayan. Are you fuckin or kidding me ? dan bodohnya lagi saya terima. Hahaha

 

Dengan berbekal pengetahuan Football Manager saya memberanikan diri untuk melatih mereka. Hari pertama, saya minta mereka bermain seperti biasa. Saya benar-benar ingin melihat seperti apa permainan team dan invidu. Skill basic mereka saya katakan sudah cukup dan siap untuk berkompetisi, namun mentality mereka yang belum tangguh. Off the ball, positioning, dan aggresion lah yang harus saya perbaiki. Singkat cerita hari kedua saya akan memperbaiki 3 hal tersebut sebisa mungkin dalam waktu satu hari.

 

Hari kedua, jam sudah menunjukkan pukul 15.00 namun belum ada satu orang pun yang datang. Saya tunggu mereka sampai tepatnya pukul 16.00 mereka baru datang. Saya tidak hiraukan keterlambatan mereka karena itu hanya buang-buang waktu. Jika adzan maghrib adalah alarm mereka untuk pulang kerumah, saya hanya memiliki waktu 1,5 jam untuk memoles 3 kelemahan mereka. Gila. Walhasil saya hanya meminta mereka untuk bermain lagi. Namun ditengah permainan mereka saya selalu memberhentikan ketika ada gerakan yang mereka lakukan dengan salah. Hasilnya menurut saya efektif. Karena anak-anak jika diberi teori dan hanya diminta mendengarkan mereka akan menghiraukannya. Namun saat saya interupsi mereka saat bermain dan langsung memberikan instruksi kepada mereka, mereka akan mendengarkan dan akan langsung dipraktekkan.

 

Selama 1,5 jam ini ternyata yang saya lakukan bukan hanya memoles 3 kelemahan dasar mereka. Tetapi saya bisa memberi pengetahuan tentang tactical, zone-defence, man to man marking, body blocking, rotation and movement, set piece, bisa saya berikan dan mereka lakukan dengan baik. Ok ini sudah cukup, walaupun masih jauh dari kata sempurna.

 

Masalah lain kembali muncul. Ketika latihan selesai dan bersiap-siap untuk pulang, wajah mereka nampak lesu. Bukan karena kecapekan, saya kira adalah ketidak percayaan diri mereka untuk menghadapi kompetisi besok. Saya tanyakan kepada kapten team dan tepat dugaan saya. Ketidak percayaan diri mereka muncul karena mereka akan bertanding dipertandingan pembuka dan lawan yang mereka hadapi adalah team akademi futsal. Gila, kalau kayak gini bukan hanya pemain yang moralnya drop tapi saya sebagai manajer juga drop. hadehH

 

Pagi hari mereka berkumpul di rumah sang kapten team, bersiap-siap menyambut kompetisi. Dengan berombongan menggunakan sepeda motor mereka menuju tempat dilaksanakannya kompetisi. Masih ada waktu 1 jam lagi, waktu itu saya manfaatkan untuk brieffing taktik yang nantinya akan mereka mainkan. Saya memilih formasi 1-2-1 dengan 2 pemain sayap agak maju kedepan, tipe pertahanan man to man marking. Harapan saya adalah dengan menggunakan taktik ini, pemain saya daat mem pressure pemain lawan dan melakukan kesalahan-kesalahan di area mereka sendiri. Saya juga meminta mereka untuk langsung shoot bola ketika bola bebas di area lawan. Dengan formasi ini, saya mengandalkan couter attack dengan penetrasi dari 2 sayap saya. Brieffing kali ini memerlukan waktu kurang lebih 30mnt, setelah itu saya minta mereka untuk melakukan pemanasan dan saya mengurus administrasi di official.

 

Priittt…….
Peluit pertandingan pertama pun telah ditiup. Menit-menit awal permainan masih sesuai dengan harapan saya. Walaupun penguasaan bola ada ditangan lawan, tapi urusan shoot team saya yang menang. Pemain saya membuat repot kiper lawan dari shoot keras yang mereka lakukan. Terhitung ada 6-10 kali shoot on target. Team lawan sedikit sekali melakukan shoot, namun itu berarti bukan menjadi masalah bagi team saya. Positioning, movement, dan rotation mereka sangat bagus dan hal tersebut adalah permainan khas futsal, apalagi merekaa team akademi futsal. Permainan mereka sangat terorganisir dengan baik. Beberapa shoot dapat mereka lakukan dan beruntung kiper saya dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

 

Sebelum babak pertama berakhir, rupanya pemain sayap saya melakukan counter attack dengan cepat. Team lawan kalah jumlah pemain. Pemain saya ada dua sedangkan mereka hanya menyisakan satu bek. Umpan 1-2 dengan striker, dan shoot tepat disaat kiper mereka mencoba mentakling. Skor 1-0 untuk team saya.

 

Saat break, saya hanya merubah posisi sayap saya menjadi agak mundur untuk membantu pertahanan. Karena saya yakin mereka akan bermain menyerang. Dugaan saya benar, babak kedua dimulai. Shoot pertama mereka masuk ke gawang. Beruntung bagi saya karena gol itu dianulir oleh wasit alasannya peluit belum dibunyikan. Wkwkwk saya tertawa saat itu, namun itu juga membuktikan bahwa mereka akan bermain menyerang.

 

Babak kedua team saya digempur habis-habisan, tidak ada kesempatan bagi team saya untuk menyerang. Saya harus bertindak, saya tarik mundur 2 sayap saya dan saya gantikan mereka dengan pemain dengan tipe bertahan dan merubah formasi menjadi 3-1. Saya harus bisa memenangkan pertandingan ini. Sudah tidak terhitung berapa banyak shoot yang mereka lakukan, saya sangat bersyukur karena kiper sampai detik itu masih bisa mengawal gawang dengan baik. Jika babak pertama, pemain sayap menjadi man of the match. Dibabak kedua ini kiper lah yang menjadi man of the match. Team lawan menunjukkan taring mereka yang sesungguhnya sebagai team akademi futsal. Menggempur terus pertahanan saya. Mereka bermain dengan tempo yang cepat. Saya akan merusak tempo bermain mereka. Beruntung di futsal ada time out, dan satu-satunya cara untuk merusak tempo mereka sekarang ini adalah dengan break time out. Saya meminta time out kepada wasit, dan wasit memberikan time out kepada team saya tepat pada saat team lawan sedang bersemangat untuk menyerang.

 

Di timeout,saya menginstruksi kan pada pemain untuk merubah formasi dari 3-1 menjadi 2-1-1 tanpa striker. Alasannya timeout ini mereka akan bermain dengan formasi powerplay saya harus mengisi area kosong ditengah area permainan team saya. Area kosong ditengah lapangan pertahanan mereka manfaatkan untuk melakukan shooting keras dan terarah. Harapannya dengan mengisi area kosong tersebut shoot-shoot yang mereka lakukan akan berkurang.

 

Permainan dilanjutkan, dugaan saya benar. Mereka bermain powerplay, tempo mereka tetap. Namun dengan hadirnya satu pemain tengah, shooting mereka menurun. Pemain saya juga rupanya berhasil mengurung pergerakan lawan. Mereka benar-benar stuck tidak bisa bergerak bebas. Sampai akhirnya peluit pertandingan pertama pembukaan ini telah selesai dengan kemenangan team Bravo Junior. Saya lihat wajah mereka senang, mungkin jika di Football Manager moral mereka superb karena bisa mengalahkan team akademi yang membuat mereka tidak pd awalnya.

 

Tidak ingin berlarut-larut dalam kesenangan, saya mengingatkan mereka untuk bersiap ke pertandingan berikutnya. Jika di Football Manager mungkin,” Dont Complacent…bla…bla…bla…”

 

Pertandingan kedua, akan dimulai dan saya baru tahu kalau team-team yang ikut kompetisi ini semuanya adalah team akademi futsal yang berlatih rutin minimal satu minggu 2 X. Edan…

 

Ya udah lah, lakukan aja sebisa mungkin dan semaksimal mungkin. Dipertandingan kedua ini saya tetap menggunakan taktik yang sama dengan pertandingan sebelumnya. Formasi 1-2-1 dengan man to man marking dan counter attack cepat dari sayap.

 

Pertandingan kedua dimulai, tetap sama seperti pertandingan kedua. Team saya kalah penguasaan bola, namun shoot on target saya tinggi. Babak pertama ini saya kecolongan satu goal karena kelalaian bek saya dalam melakukan marking. Berhadapan one on one dengan kiper dan mereka dapat mencetak goal. Shit…

 

Tidak mau mengambil resiko terlalu banyak, saya mengganti bek dengan pemain lain yang lebih segar. Babak pertama ini saya meminta time out karena penjagaan mereka kepada lawan kurang dan tidak seketat pertandingan pertama tadi. Saya mengintruksikan untuk memperketat penjagaan mereka.

 

Babak Pertama selesai, lanjut babak kedua. Saya ingin bermain lebih terbuka dan menyerang. Formasi 2-2 lah yang saya anggap cocok untuk menambah daya serang. Tidak ada instruksi khusus saat break.

 

Babak kedua dimulai. Baru menit-menit awal team saya sudah kebobolan lagi. Lagi-lagi kendornya penjagaan menjadi penyebab dari goal tersebut. Skor 2-0. Celakanya, kiper saya mengalami cidera saat duel bola atas. Mau tidak mau saya mengganti kiper, dan kiper baru saya rupanya langsung kebobolan 2 goal dengan selang waktu yang singkat. 4-0. Sudah tidak ada harapan lagi untuk menang, namun waktu masih panjang. Setidaknya saya harus melakukan sesuatu untuk melawan mereka, mengecilkan ketertinggalan atau menahan jumlah goal mereka.

 

Ternyata ada satu hal yang luput dari perhatian saya di babak pertama tadi. Rupanya shoot jarak jauh team lawan sangat buruk. Buktinya goal mereka tercipta karena kesalahan bek saya dan shooting yang mereka lakukan selalu di area tengah lapangan. Dugaan sementara, Ini bisa saya manfaatkan, pikir saya. Lalu yang saya lakukan adalah merubah cara bertahan dari man to man marking menjadi zone defence. Namun zone deffence yang longgar karena saat bola berada ditengah, buat sedikit ruang shoot untuk mereka. Harapan saya, mereka akan ter stimulus untuk melakukan shoot jarak jauh.

 

Saya meminta time out kepada wasit dimenit ke 7, dan saya memberikan instruksi kepada mereka seperti diatas. Saya juga memberi saran kepada kiper untuk jangan takut menghadapi shooting jarak jauh.

 

Hasilnya, tidak ada tambahan goal yang tercipta. Pemain lawan melakukan shoot jarak jauh dan hanya 3 yang on target. Itupun dapat dihalau dengan mudah oleh kiper saya. Pada akhirnya team lawan dibuat frustasi dipermainkan oleh team saya.

 

Namun saat peluit panjang dibunyikan, itu menandakan bahwa saya kalah dengan skor 4-0. Pemain saya keluar lapangan dengan tertunduk lesu. Alih-alih memarahi mereka karena kekalahan ini, saya menyemangati mereka.

 

“Kalian bukan kalah tekhnik, namun kalian hanya kalah pengalaman. Ingatlah pertandingan ini, jadikan pengalaman, jika kalian ingin menjadi seperti messi atau ronaldo, jadikan pertandingan ini sebagai cambuk hukuman atas ketidakseriusan kalian ketika berlatih. Tapi itu tidaklah penting, messi tetaplah messi dan ronaldo tetaplah roaldo. Jadilah diri kalian sendiri dan nikmatilah saat kalian berada dilapangan” itulah kurang lebihnya yang saya katakan kepada mereka.

 

Besok sorenya saya lihat mereka bermain di depan rumah saya. Saya pun ikut bermain bersama mereka. Bersenang-senang dan menikmati olahraga pembawa suka dan duka secara bersamaan ini. Tertawa bersama mereka, dan melakukan selebrasi konyol saat mencetak goal yang diikuti oleh semua pemain. hahaha

 

#FMLoversStory : Mau mendapatkan FM15 Original Gratis ?

17 Agu

 

FM15-a

 

FM Lovers,

 

Ingin memenangkan 1 buah Football Manager 2015 Steam dan mendapatkan hak eklusif mencicipi versi Beta Version FM15 dua minggu sebelum waktu rilisnya nanti ? kamu bisa ikutan kompetisi #FMLoversStory :D. Akan ada 1 orang yang beruntung dari untuk dapat FM15 Original Gratis ! enak nggak tuh dapat Free Football Manager 2015 ?

 

Bagaimana caranya? Mudah bangeet lhooo.

 

  1. Peserta kompetisi #FMFansStory wajib memfollow @id_fm, dan like fanpage Blognya FM Lovers.
  2. Tulisan harus asli dan belum pernah dilombakan atau di publish dimanapun sebelumnya.
  3. Menulis tulisan dengan tema “Kisah super selama bermain Football Manager”. Para peserta diminta untuk menceritakan bagaimana kisah suka duka dalam pengalamannya bermain Football Manager.

    Contoh tulisan bisa seperti ini : ini atau ini tetapi tentu contoh tidak mengikat, silahkan kembangkan sesuai kreatifitasmu. Boleh ditambahkan dengan media gambar atau video sebagai penarik tulisan.

  4. Tulisan minimal terdiri dari 500 kata, maksimal semampunya :D.
  5. Tulisan dikirim dalam format word, dengan ukuran email tidak lebih dari 5 MB keadmin@Artupoke.com
  6. Tulisan akan di post penyelenggara di fm-indo.com dan artupoke.com.
  7. Penyelenggara memiliki hak untuk mempublikasikan ulang tulisan yang diikutsertakan oleh peserta. 
  8. Tulisan harus menarik! Jumlah view artikel mempengaruhi keputusan pemilihan pemenang.
  9. Setelah di posting di fm-indo.com dan artupoke.com, peserta diperkenankan untuk menyebarkan link postingannya ke sosial media.
  10. Syarat dan ketentuan dapat berubah sewaktu-waktu.

 

Batas waktu pengiriman adalah 30 September 2014, pukul 23.59 PM.

 

Salam Hangat,
@Rtupoke

 

Penulis : Artupoke

Akademi Leeds United di Football Manager 2014

15 Agu

Seringkali ketika kita menanyakan kepada orang awam.Apakah akademi terbaik di Britania Raya? kebanyakan akan menjawab Arsenal,Manchester United,West Ham United,dan yang baru-baru ini Southampton.Ada satu lagi klub yang sudah dilupakan yaitu Leeds United,mereka mencetak pemain seperti James Milner,Alan Smith,dan masih banyak lagi.Di FM 14 sendiri ada bek kanan Inggris dari akademi Leeds United yaitu Sam Byram berikut profil nya :

Ini profil ketika dia masih awal di FM 14 dan harga nya masih terjangkau.Saya sendiri membeli pemain ini seharga 5,25 M di musim kedua.Terlihat sekali Work Rate,Technique,dan Composure adalah hal yang menonjol di Byram.Jika ia anda latih dengan benar maka akan menjadi seperti ini:

Terlihat kan hasilnya? harga yang awal nya hanya 5,25 M di tahun 2020 menjadi bek kanan seharga 27M.Berikut adalah salah satu Wonderkid Leeds United FM 14,kita akan hadirkan Part 2 nya.

Penulis : Darma Kusuma

 

The Silent Killer Named FLAIR

13 Agu

Menyerang dan gol merupakan 2 hal yang sangat dinantikan oleh penonton. Tidak semua penonton. Kalau anda tanyakan kepada semua penonton, mana yang mereka pilih, menang dengan Parkir Bus atau menang dengan gaya menyerang seperti Belanda tahun 1974, saya yakin 75 % atau mungkin 85 % atau lebih mungkin, memilih tim yang mereka dukung untuk menang dan bermain menyerang dengan permainan “indah”, ala Belanda 1974.

Begitu juga bila anda memandang hal ini dalam FM. Anda lihat kan, hampir semua taktik yang dibahas dan dibagikan melalui internet, merupakan taktik menyerang? Ada taktik bertahan. Tapi, berapa jumlahnya. Minoritas, man. Hal ini bisa menjadi gambaran sederhana, betapa menyerang, memainkan sepakbola yang indah, dan menang, merupakan yang paling dicari dalam sepakbola. Termasuk, Football Manager.

Mari kita berbicara soal Football Manager. Untuk menyerang, sebuah tim memerlukan pemain yang punya kombinasi kemampuan (Attribute) menyerang yang bagus. Apa saja itu? Anda bisa sebutkan secara garis besar, Technical Attribute dan beberapa Mental Attribute, yang ditunjang oleh Physical Attribute memadai, dan Fitness Level serta Match Condition yang ideal.

Dalam menyerang, Mental Attribute memegang peranan yang sangat krusial. Tentu harus ditunjang dengan Technical Attribute yang melengkapinya. Bila kita coba telaah Mental Attribute, di sana akan kita temui Anticipation, Creativity, Decision, Flair, dan Off the Ball yang jadi elemen penting. Kita coba definiskan sedikit Attribute-Attribute ini.

* Anticipation merupakan kemampuan membaca permainan. Lini Bertahan dan Lini Serang sama-sama membutuhkan kemampuan ini. Simpelnya, kemampuan meramal ke mana permainan akan berjalan.

* Creativity merupakan kemampuan “melihat” opsi-opsi. Saya lebih senang menyebutnya Vision. Melihat semua opsi yang tidak terlihat oleh rekannya. Apakah opsi Dribble, opsi umpan langsung maupun umpan tidak langsung yang mana harus didahului 1 atau 2 gerakan ppancingan, opsi lakukan shoot, dll.

* Decision, merupakan kemampuan mengambil keputusan berdasarkan pembacaan permainan dan opsi-opsi yang tersedia. Kualitas Decision juga dipengaruhi oleh Flair.

* Flair, merupakan bakat bawaan yang mendorong seorang pemain untuk melakukan hal-hal spektakuler, hal yang tidak diduga rekan setim maupun lawan, hal yang bisa mengundang decak kagum penonton.

* Off the Ball, merupakan kemampuan gerak tanpa bola. Pergerakan yang dilakukan saat rekan setim on possesion, dengan tujuan untuk menciptakan ruang bagi rekan anda untuk bergerak, menembak, atau mengumpan.

Dalam usaha kita bermain indah, menyerang, dan memenangkan pertarungan, faktor lain yang sangat berpengaruh pada keberhasilan taktik tim kita, adalah, taktik musuh. Bagaimana musuh bermain juga sangat menentukan peluang menang dan peluang anda untuk menampilkan permainan indah.

Strategi sepakbola menyerang dan bermain indah merupakan satu hal yang sangat bertolak belakang dengan strategi bertahan total atau belakangan dikenal dengan nama Parkir Bus. Bila anda lihat Parkir Bus dimainkan, anda akan temui betapa Deep Defensive Block yang diterapkan. Dalam Football Manager salah satu instruksi yang mencerminkan hal ini, adalah, Much Deeper Defensive Line. Apalagi, bila Parkir Bus dibarengi dengan Tackle jenis Get Stuck In.

Taktik keras kepala seperti ini akan membuat mati strategi menyerang. Kenapa? Karena, hampir tidak ada celah di sana. Tidak ada ruang yang disisakan oleh 10 pemain lawan bagi anda untuk bergerak. Akan sempitnya ruang, tidak banyaknya pergerakan kreatif, sedikitnya peluang tembak, memberikan banyak kesulitan bagi pemain anda.

Mereka sudah bisa mengantisipasi apa strategi lawan. Yang tidak jauh dari menumpuk pemain sebanyak mungkin di sekitar Kotak Penalti. Dengan Rigidnya lawan bermain, pemain-pemain anda sudah bisa lakukan Anticipation ke mana mereka akan bergerak. Tetapi, tidak banyak yang bisa dilakukan, karena lawan berhasil menutup gawang mereka dengan sempurna. Tidak banyak opsi tersedia. Dan Off the Ball yang mereka lakukan hanya akan menguras Stamina dan kondisi Mental. Dalam situasi sulit seperti ini, yang dibutuhkan adalah inisiatif. Yang diperlukan adalah sebuah aksi yang tidak diduga. Sebuah aksi yang dapat menghancurkan tembok kokoh parkir Bus.

Di saat-saat seperti inilah, salah satunya, Flair akan menemukan tempatnya. Ya, Flair bisa menjadi penyelamat dalam kondisi Stuck.

Ketika seorang pemain memiliki Flair tinggi (katakan 17-20), secara alami dia memiliki dorongan untuk melakukan hal tak terduga. Secara alami ia memiliki dorongan untuk lakukan aksi yang mengundang decak kagum. Bahkan, hal ini bisa dilakukan dalam situasi tersulit sekalipun. Dalam kondisi terkepung lawan dan hanya memiliki celah sempit dan sulit untuk mengumpan, seorang pemain dengan Flair rendah akan cenderung menahan bola sampai ia lihat opsi yang lebih baik dan Decision memainkan perannya dalam memutuskan. Dan apa yang ia putuskan, kebanyakn merupakan aksi dengan resiko rendah. Pemain “tanpa” Flair bukan pemain bertipe Risk-Taking.

Tapi, berbeda dengan pemain yang memilki Flair tinggi. Anda sering lihat bagaimana Zinedine Zidane melepas umpan diagonal bertinggi separuh badan orang dewasa, berjarak 35-40 meter, yang membelah pertahanan musuh? Anda lihat bagaimana Diego maradona memberikan umpan pada Claudio Caniggia dalam partai Brazil vs Argentina di Piala Dunia 1990, dalam kepungan 3 pemain Brazil? Itulah kerja Flair. Memicu aksi spektakuler yang tidak diduga lawan. Pemain yang “memiliki” Flair merupakan mereka yang Risk-Taker.

Flair bisa menjadi Pembunuh Berdara Dingin. Sebuah Attribute yang merupakan bawaan alami, yang mampu menghancurkan rencana lawan anda dalam sekejap. Flair mampu membunuh dalam waktu singkat dalam kondisi yang tidak diduga. Flair adalah Pembunuh dalam Sepi yang sangat berbahaya.

Jadi, apakah Flair merupakan aspek yang sangat penting dan harus anda miliki dalam diri pemain anda? Bisa ya, bisa tidak.

Kenapa? Pertama, dalam pandangan pribadi, saya merupakan seseorang yang tidak menempatkan Flair lebih penting daripada, katakanlah, 4 Mental Attribute yang saya sebutkan di atas. Tanpa banyak pemain dengan Flair tinggi, saya banyak meraih sukses dalam save saya di Football Manager 2014. Namun, saya yakin, kalau saya memiliki lebih banyak pemain dengan Flair tinggi, saya yakin, kualitas estetis permainan tim akan mencapai level yang lebih tinggi. Bahkan mungkin, saya akan meraih lebih banyak Gol. Mungkin.

Ke-dua, Bagi saya, Flair bisa menjadi penting dalam kondisi di mana ada keadaan yang memicu Flair bekerja serta ada kombinasi seimbang antara Flair dengan Attribute lain, seperti Creativity, Decision, dan Technical Attribute.

Flair yang dibarengi dengan kombinasi seimbang pada Attribute lain, akan menjadi senjata mematikan secara konsisten. Flair yang dibarengi dengan kondisi seimbang pada Attribute lain, akan menjadi Pembunuh Berdarah Dingin yang bergerak secepat suara.

Tetapi, Flair yang tanpa kombinasi seimbang dengan Attribute lain, akan menjadi senjata makan tuan. Flair tanpa kombinasi seimbang dengan Attribute lain, akan menjadi pembunuh bagi tuannya sendiri. Flair akan menggerogoti anda dari dalam.

Ikan Barracuda merupakan yang salah satu yang tercepat di lautan, bila anda berpikir anda bisa menjinakkannya, anda salah. Flair yang memiliki skor tinggi, tanpa dibarengi skor tinggi pada Attribute lain, ia akan menjadi Barracuda yang tidak dapat dijinakkan, bergerak cepat, dan melukai anda tanpa anda sempat bereaksi sama sekali.

Dalam save terbaru saya, Football Manager 2014, TSV 1860 Munich, saya memiliki pemain dengan Flair 17, Creativity 11, Decision 7, Technique 13. Lepas dari Hidden Attribute yang dimilikinya, berkali-kali dalam pertandingan, ia merusak bentuk permainan dengan lakukan Long Shot yang sangat prematur. Long Shot yang sangat tidak diperlukan, dari titik dan jarak yang “tidak masuk akal”. Setiap kali ia bermain, setiap kali itu pula jumlah Long Shot saya meningkat. Dan, yang paling “tidak benar”, adalah, timingnya saat lakukan Long Shot. Long Shot boleh-boleh saja, asalkan logis dilakukan. Tapi, kalau ngawur, saya juga akan ngawur memperlakukan dirinya dalam skuad saya 😉 🙂

Sekali waktu aksinya membuahkan hasil. Namun, kebanyakan, aksinya berakhir dengan rusaknya bentuk permainan yang saya rencanakan tanpa memberikan hasil positif.

Analoginya, 1 atau 2 buah ranum mampu dihasilkannya tapi 1 atau 2 buah ranum tersebut berada di antara puluhan bahkan ratusan buah busuk yang berbuah darinya, saya bisa katakan, ini merupakan hasil tani yang gagal. Pelan tapi pasti ia hanya akan menggerogoti Profit anda, menghabiskan Modal Disetor, dan membunuh bisnis pertanian anda. Pilihannya ada dua, perbaiki atau tebang!!

Itulah Flair

Di satu sisi ia bisa menjadi senjata pembunuh otomatis yang akurat dalam Lini Serang. Ia bisa keluar, melompat, dan menerkam lawan dalam waktu yang sangat singkat, seperti Cheetah di daratan, Elang di malam hari, atau Barracuda di dalamnya lautan. Saya sudah mengalaminya sendiri. Dan, mendapat banyak keuntungan darinya.

Tapi, di sisi lain, Flair juga akan menerkam anda seperti apa yang dilakukan Cheetah, Elang, atau Barracuda, bila pemain anda tidak memiliki keseimbangan Attribute yang ideal untuk mendampingi Flair. Saya juga alami hal ini dalam save TSV 1860 Munich saya. terkait skor Flair yang tinggi, pastikan si pemain juga memiliki Creativity, Decision, Technique, Long Shot atau Passing yang bagus dalam menyeimbangkan diri dengan kehadiran Flair.

Saya mungkin terlalu berlebihan dalam mendeskripsikan keuntungan dan bahayanya Flair, baik bagi tim lawan maupun bagi anda. Saya hanya berusaha menjelaskan interpretasi saya terhadap Flair. Toh, bila menurut anda, anda memiliki interpretasi atau deskripsi yang lebih tepat akan Flair, saya yakin, itu semua akan berujung sama dengan apa yang saya coba sampaikan di sini.

Penulis : Ryan Tank

Yaitu, Flair bisa menjadi Silent Killer. Baik bagi lawan anda, maupun anda sendiri.