Arsip | September, 2014

IDFM Magazine : Edisi 08

26 Sep

FMLovers,

IDFM sudah memasuki Edisi ke 08. Jangan berlama-lama, klik disii : IDFM Magazine Edisi 08

Untu Edisi sebelumnya bisa ambil disini ya :https://darmakusuma.wordpress.com/2014/08/08/magazine-indonesia-football-manager-edisi-tujuh/

Penulis : Artupoke

Iklan

Kebanggaan Menjadi Seorang FMLovers #FMLoversStory

22 Sep

Ditulis oleh : Dwiky Eddo a.k.a Dwiky FMLovers

Tulisan ini adalah kiriman dari FMLovers yang dimaksudkan untuk kompetisi #FMLoversStory dengan hadiah Football Manager 2015 Gratis 😀. Follow @Rtupoke untuk info lebih lanjut.

Press Conference

image

Tak kenal maka tak sayang.Sebuah peribahasa yang sudah tidak asing di telinga kita.Peribahasa yang mempunyai arti “Jika kita tidak memahami/mengerti/mengenal sesuatu hal (benda/orang) maka kita tidak akan tahu arti/maksud sesuatu hal tersebut” ,

maka dari itu izinkan saya untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu.Nama saya adalah Dwiky Eddo Sulaksono.Di dunia maya khususnya di Facebook saya lebih dikenal dengan sebutan Dwiky FMLovers.Mengapa saya memberikan embel-embel FMLovers dibelakang nama saya?Judul diatas tampaknya sudah mewakili pertanyaan tersebut.Tahun 2014 ini usia saya menginjak usia 21,sebuah usia yang masih bisa dikatakan wonderkid di FM :v.Saya lahir dan besar disalah satu kota besar di Indonesia.Sebuah kota yang dikenal ramah akan masyarakatnya.Sebuah kota yang terkenal dengan sebutan kota pelajar dan kota budaya.Sebuah kota yang mempunyai jargon kota istimewa.Sebuah kota didalamnya terdapat klub sepakbola bernama PSIM. Siapa lagi kalau bukan,Kota Ngayogyakarta Hadiningrat (Yogyakarta)

Pra Musim – Awal Mula Pertemuan Dengan Football Manager

Football manager,sebuah game bergenre simulation/strategy yang didalamnya hanya berisi angka dan statistik.Game yang membuat orang awam seketika langsung memalingkan mukanya ketika mendengar nama game tersebut. Game yang menjadikan orang biasa langsung bosan ketika pertama kali memainkannya.Sebuah game dimana kita hanya melihat sekumpulan benda bulat bergerak mengelilingi kotak persegi panjang,mungkin jika dianalogikan layaknya kita bermain sebuah karambol bedanya benda bulat tersebut bergerak sendiri bukan kita yang menggerakannya.Tidak menarik.Cukup dua kata untuk mewakili hati para orang awam terhadap game Football Manager.Itulah mengapa game ini selalu ‘terpinggirkan’, kalah popularitas dibanding game sepakbola yang digerakan oleh sebuah stick.
Tapi,game ini telah mendapatkan tempat tersendiri di hati para penggemarnya.Game ini telah bagiakan darah yang mengalir merasuki jiwa dan raga tubuh kita,membakar dan memompa semangat layaknya pertempuran ’45.Bahkan mereka menyebutkan game ini bagaikan zat adiktif didalam narkoba yang bisa membuat seseorang menjadi candu,menjadi ketagihan hingga mereka menghiraukan lingkungan disekeliling mereka, dan merasa hidup didunia sendiri.Tak jarang beberapa dari mereka telah terjangkit gejala sakau,gejala tingkat akut yang sangat berbahaya bagi dirinya sendiri

Sebelum tahun 2008 atau lebih tepatnya ketika saya duduk di bangku menengah pertama,secara tidak langsung saya diperkenalkan dengan ‘benda haram’ tersebut.Adalah teman saya yang merayu agar saya masuk ke ‘lubang maksiat’.Kala itu PS2 masih menjadi primadona banyak orang termasuk saya dan rental PS2 pun menjadi solusinya.Namun sayang di rental yang sering saya kunjungi,tidak menyediakan game yang kata teman saya menarik itu.Dalam hati saya berpikir ”Apa saya harus pergi ke toko game untuk membeli kaset game tersebut?”.Belum beranjak kaki ini melangkah “Tapi apa yang akan terjadi jika saya benar-benar memainkan sebuah game mainstream tersebut di rental?”.Pusat perhatian pasti.Ditertawakan mungkin.Tidak terbayangkan,saya membayar ribuan uang hanya akan menonton sebuah game saja.Sungguh tindakan yang cukup konyol.Berkat asumsi tersebut untuk sementara saya masih menjadi ‘orang yang bersih dari segala dosa’ meski tak bisa dipungkiri saya masih penasaran dengan ‘benda haram’ tersebut

Tahun 2010,saya benar-benar terjerumus di ‘lubang maksiat’ tersebut.Saat itu saya memasuki jenjang SMK dengan mengambil jurusan Teknik Komputer Jaringan.Namun itulah awal dari semuanya.Bak gayung bersambut,guna menunjang saya bermain game manager (maaf,maksudnya pendidikan) didatangkan lah sebuah seperangkat alat perang berupa PC dengan ‘fasilitas’ yang rendah untuk ukuran masa dimana telah masuk di abad 21.Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat saya dalam berburu game yang telah lebih dari 2 tahun menghantui pikiran dan hati saya.Dan pada akhirnya saya bertemu dengan ‘benda haram’ tersebut.Adalah PM 2009 yang sesuai dengan standard di PC saya sekaligus menjadi game manager pertama saya.Namun ‘hubungan’ saya dengan PM 2009 tak berlangsung lama.PM 2009 tidak mampu memenuhi hasrat saya secara pribadi.

Langkah awal saya dengan mengambil jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) di SMK ternyata tidak sia-sia.Ilmu di sekolah yang berhubungan dengan komputer khususnya internet memberikan angin segar bagi diri saya Dengan bantuan internet tersebutlah, saya hunting best of the best dari game manager.Dan menurut survey membuktikan Football Manager menjadi game terbaik dibidang strategi managerial.Sayang ‘fasilitas’ rendah di PC saya hanya dapat mempertemukan saya dengan Football Manager seri lawas,seri dimana Sport Interactive selaku developers berpisah dengan kawan lamanya,Eidos,seri dimana menjadi seri pertama dari Football Manager.Yak Football Manager 2005.

Beberapa bulan saya ‘bercumbu’ dengan game FM05 ini.Dari sore selepas pulang sekolah hingga malam,saya menghabiskan sisa 1 hari dengan ‘pdkt’ dengan ‘dia’.Sampai pada akhirnya saya kepincut dengan game Football Manager seri lainnya diakhir tahun 2010.Football Manager 2010,game manager yang sudah ditunjang grafis 3D membuat saya kesengsem untuk memainkannya,walaupun pada kenyataannya PC saya mungkin tidak akan kuat untuk si FM10 ini.Untungnya tak berselang lama,board menyetujui permintaan saya untuk mengupgrade ‘fasilitas’ PC saya.Hati senang pikiran tenang,mungkin begitulah perasaan saya waktu itu.Tepat di bulan Januari yang kebetulan transfer window sedang dibuka, saya pun bergegas berburu game Football Manager 2010 dan pada akhirnya saya sukses memainnkan FM10 *challenge accepted*.Dan sejak itulah saya rutin tiap tahunnya memainkan game Football Manager dengan seri terbarunya.

In Competition – Welcome To The Hell

Awal tahun 2011 menjadi awal dimana saya memulai petualangan sebenarnya di dunia manager.Setelah hanya menjalani ‘trial’ di FM05 kali ini saya menemukan tantangan yang sesungguhnya di FM10.This is real challenge bung. Hanya bermodalkan pengalaman ‘trial’ beberapa bulan di FM seri lawas dan pengalaman mengutak-atik formasi di game football versi action,saya akan mencoba peruntungannya sebagai manager.Dan PSIM,tim kebanggaan saya sejak kecil menjadi pelabuhan pertama saya di FM10.Tak banyak ide yang lahir dari otak saya waktu itu.Pengalaman minim saya di dunia kepelatihan membuat saya miskin akan inovasi-inovasi taktik.Ditambah FM10 ini bagaikan benda asing yang ada didepan mata saya.Mulai dari taktik,training,team talk,PPM,pengembangan pemain muda hingga yang berbau garfik macam kits,skin dll semua saya pelajari dari nol

Susah dan sangat susah.Itulah kata-kata yang terlontar dimulut saya ketika memainkan FM10.Kala itu saya benar-benar diuji menjadi manager yang sebenarnya.Tak kenal variasi taktik,tak kenal siapa pemain-pemain wonderkid,tak kenal juga cara memberi menu latihan yang baik bagi para pemain.Ditambah akademik saya yang buruk dibidang bahasa Inggris menambah ‘derita’ saya waktu itu.Dan feeling akhirnya yang menjadi dasar acuan saya mempelajari ‘game baru’ ini.Beruntung saya bermain di liga Indonesia,dimana saya dapat scouting pemain via televisi dan juga dapat menganalisa jalannya pertandingan tim-tim liga Indonesia.Untuk itulah berdasarkan cara ‘bodon’ ,saya pun menerapkan taktik 3-5-2 yang saya anggap tim-tim di Indonesia familiar dengan taktik seperti itu.Perlahan tapi pasti,ide-ide kreatif mulai muncul di otak saya,bagaikan air yang mengalir meski masih berdasarkan cara ‘bodon’.Dari taktik 3-5-2 bertransformasi ke 3-4-3.Dan dengan taktik itulah saya menorehkan berbagai sejarah di klub kebangaan wong Jogja yang sekaigus klub warisane simbah ini.Mulai promosi ke ISL,juara Copa Indonesia,Juara Super Copa Indonesia,Juara ISL hingga mengantarkan PSIM melaju ke perempat final ACL.

Tidak semudah membalikkan telapak tangan,itulah kalimat yang pantas menggambarkan perjuangan saya di PSIM waktu itu.Tantangan maha besar,bak melewati tembok raksasa Tiongkok pernah saya hadapi.Suka duka juga sudah saya rasakan.Pengalaman minim saya dibidang manajer menjadi kendala besar waktu itu.Ditambah ‘fasilitas’ PC yang belum ‘modern’ menyulitkan saya untuk sharing dengan manager lain.Dan mencuri waktu ditengah padatnya rutinitas di sekolah menjadi solusi jitu mengatasi masalah tersebut.Sekali lagi jurusan TKJ benar-benar berandil besar dalam memperlancar karir saya di dunia manager.Betapa tidak dari pagi hingga sore saya disuguhi menu internet yang membuat saya semakin mudah mencari tambahan ilmu managerial saya.Tapi sayang fasilitas sekolah hanya dapat saya nikmati 2x seminggu,sehingga membuat saya harus memutar otak lebih keras agar manager newbie seperti saya dapat menjadi manager world class kedepannya

Belum usai kendala sebelumnya,muncul lagi kendala lain yang tak kalah pelik.Selain saya buta akan game ini,saya pun juga buta akan forum-forum di dunia FM.Jangankan bertanya di grup facebook seperti sekarang ini,untuk sekedar mengetahui informasi tentang forum FM luar pun saya tidak tahu.Tapi Yang Maha Kuasa mengabulkan doa umatnya yang telah berusaha keras.Dipertemukanlah saya dengan sebuah forum FM di Indonesia yaitu ”fmunity.com”.Remember it,FMLovers?.Ya forum tersebut menjadi tonggak awal saya berinteraksi dengan manager-manager lain diseluruh Indonesia sekaligus untuk menimba ilmu kepelatihan saya.Forum yang dulu menjadi primadona,menjadi bintang utamanya sekarang sudah mulai ditinggalkan,tergerus dengan perkembangan zaman.Selain itu ada nama FM Community dengan websitenya “fm-community.blogspot.com”.Blog yang terkenal karena si empunya jago editor dan taktik ini,juga berkontribusi besar dalam perkembangan wawasan saya di dunia FM.Sayangnya sang empu sudah jarang muncul,dan untuk blognya sekarang diambil alih oleh orang lain yang juga admin IDFM.Dua forum inilah yang membuka jalan saya ke forum-forum FM lainnya seperti Blognyafootballmanager,FM-Indo hingga merambah ke grup-grup facebook dan fanspage twitter.

Namun masalah tak usai disini.Seperti yang saya jelaskan sebelumnya,’fasilitas’ PC saya yang masih dikatakan ketinggalan zaman membuat saya kesulitan mengembangkan ilmu managerial saya meski telah didukung fasilitas sekolah + ditemukan forum-forum resmi FM.Otak saya pun dipaksa bekerja 2x lebih keras untuk menemukan solusinya.Pepatah yang mengatakan “semua tidak ada yang tidak mungkin disepakbola” ,selalu saya tanamkan di dalam hati saya.Dan benar saja,sejurus kemudian jalan keluar pun terlihat.Dibarengi dengan tekad yang bulat,ucapan “nawaitu” sebagai niat untuk menjadi manager handal,saya mencoba menyimpan beberapa artikel FM yang saya temui disekolah.Save Page As,itulah trik yang saya lakukan.Dengan melakukan save page as artikel,saya pun dapat membacanya lagi dirumah sekaligus menyimpannya.Dan pada akhirnya terbentuklah sebuah guide FM offline mini yang akan menjadi ‘guru’ saya di rumah

image

image

Guide FM offline tersebut,benar-benar mamberikan efek signifikan bagi kelangsungan karir saya.Dimulai dari yang bodoh dalam hal taktik,training,transfer hingga problem teknis FM,kali ini menjadi lebih paham.Dari yang mulai buta akan pemain wonderkid,kali ini menjadi lebih tahu siapa saja pemain-pemain yang berlabel wonderkid itu.

Kebanggaan menjadi seorang FMLovers

Meski belum sampai ke level sakau,tapi ‘benda haram’ ini telah menggerogoti hampir seluruh tubuh dan pikiran saya,level candu stadium puncak mungkin tepatnya

Kurang lebih sekitar 4 – 4,5 tahun saya terjerumus ke ‘lingkaran setan’ ini.Selama rentang waktu itulah sisa 1 hari saya ditiap sorenya,saya habiskan untuk mengkonsumsi ‘benda haram’ tersebut.Namun semua sudah terlambat,dokter telah memvonis saya telah mengalami kecanduan dengan ‘benda haram’ ini.Meski belum sampai ke level sakau,tapi ‘benda haram’ ini telah menggerogoti hampir seluruh tubuh dan pikiran saya,level candu stadium puncak mungkin tepatnya

Penyesalan mungkin tak akan mengubah masa lalu.Ibarat pepatah “siapa yang menanam dialah yang akan menuai”.Pepatah tersebut sangat tepat disematkan didiri saya,menanggung akibat yang saya lakukan selama ini.Mulai dari tidur tak nyenyak,makan mulai tidak teratur hingga buruknya hubungan sosial masyarakat menjadi akibat yang saya tanam selama 4 tahun terakhir.Beruntung dibidang akademik,saya kala itu masih bisa lulus SMK dgn nilai memuaskan meski H-3 masih mengkonsumsi ‘benda haram’ tersebut.

Namun meski secara kasat mata saya banyak menuai hal negatif tapi saya bangga,menjadi bagian dari keluarga yang pernah mencicipi ‘benda haram’ ini.Bangga karena saya mendapatkan pengetahuan lebih dari sebuah game sepakbola.Belajar mendalami sebuah taktik & strategi,menjadi lebih paham tentang detail kontrak transfer pemain hingga menjadi “sok tahu” tentang siapa-siapa saja pemain yang akan bersinar di masa depan.Bahkan secara tidak sengaja,saya belajar attitude menjadi seorang manager bagaimana menghadapi press,conference,pressure dll. Dari game ini pula lah saya menjadi lebih berani berdiskusi dengan orang lain tentang hal-hal yang berbau sepakbola.Game ini ibarat sebuah buku panduan yang didalamnya terdapat materi-materi lengkap yang berkaitan dengan sepakbola

FM itu telah merasuki relung hati saya yang terdalam.FM telah memberikan jati diri saya pribadi.FM juga lah yang membuat saya menjadi tambah dewasa.Tak hanya sekedar datang ke stadion,bernyanyi dengan chant rasis ataupun yang hanya ingin membuat onar,tapi melihat seksama jalannya pertandingan dan mencoba membuat analisa B|.Tak hanya sekedar menjadi penonton biasa,namun menjadi layaknya seorang manager papan atas yang menganalisis kelebihan dan kekurangan dari dua tim yang sedang bertanding.Tapi tak jarang sebuah cibiran datang menghampiri saya akibat dari saya melawan arus dengan memainkan game ‘cupu’ ini.Namun meski berbagai cemoohan datang silih berganti,sindiran senantiasa mengalir,namun saya tetap mencoba berusaha keep calm,saya anggap mereka hanya melakukan sebuah “psy war” yang berusaha menjatuhkan diri saya dan juga mencabut jati diri saya sebagai FMLovers

Sekian cerita singkat saya dengan ‘benda haram’ ini,ada kurangnya saya mohon maaf dan bila lebihnya mohon dikembalikan 😀.Dan untuk kawan-kawan semua,bermain FM lah dengan rasa bangga,rasabangga menjadi s eorang FMLovers sejati.

image

Team Talk : Steam pakai Rupiah. FM15 jadi nggak sampai 350 ribu !!!

18 Sep

FMLovers,

BREAKING NEWS !

image

Mungkin kalian sudah dengar kalau Steam akan menggunakan Rupiah sebagai mata uangnya. dan tebak ! FM15 menjadi 335999 Rupiah !! hampir mau nangis gembira karena sebelumnya saat masih pake dollar. harganya 49.99 $ yang artinya hampir 600 RIbu !! Buruaaan deh.

Cek saja dimari langsung !

Sumber : http://store.steampowered.com/rupiah?snr=1_4_4__118

Penulis: Artupoke

Team Talk : My Football Manager 2014 in words (part 3/6)

15 Sep

FMLovers,

Tulisan ini adalah sambungan dari https://darmakusuma.wordpress.com/2014/09/11/team-talk-my-football-manager-2014-in-words-part-26/ , dimana tulisan ini adalah bagian dari rangkaian tulisan My Football Manager 2014 in words. Pada tulisan ini, saya akan membahas :

  • Head Coaches

“Rome wasn’t built in a day. But I wasn’t on that particular job.” –Brian Clough-

Saya yakin apabila Brian Clough berada di dunia sepakbola modern saat ini, tindak-tanduknya bakal menjadi seperti semenarik gula kepada semut, bagi media saat ini. Seperti salah satu kamut (red : kata mutiara, yang nggak asing ma istilah kata mutiara, bearti kita seumuran) Brian Clough yang terkenal diatas, yang apabila kata-kata tersebut diindonesiakan, kira-kira seperti ini : “Roma tidak dibangun dalam sehari, ya itu kan bukan gua yang ngerjainnya”. Kata-kata yang pintar untuk mengatakan bahwa dia adalah World Class manager (menurut dia, yang sayangnya bisa kita bilang bener).

image9_thumb3

Nah di FM, world class head coach dinilai dari berapa trophy yang berada di dalam CVmu. Nah, Untuk nama yang paling atas, jangan dilihat dulu deh Senyum dengan mulut terbuka tapi mari kita lihat susunan world class head coaches setelah 10 musim berjalan, seperti yang kita tahu bahwa. Reputasi world class dicapai melalui prestasi, seberapa banyak gelar prestisius yang kalian dapatkan baik di domestic maupun local. Yang menarik adalah adalah masuknya nama nama pelatih dari liga brazil.

Tercatat ada Ramon Diaz, Renato Gaucho, Cuca, dan Tite yang berhasil meraih reputasi world class di musim 2023-2024.

image_thumb

image_thumb1

image_thumb2

Melihat tiga nama besar ini, yang memiliki gelar di tempat favorit masing masing, saya jadi teringat seperti keluarga mafia italia yang bagi bagi wilayah kekuasaan. Hmmm, ngomong ngomong liga brazil dah semaju apa sih di dunia FM ini ampe pelatihnya nggak tanggung2 masuk jajaran top ini ?

image_thumb3[1]

urutan ke 6 dari 10 besar liga top dunia, bahkan sudah mengalahkan liga portugal, belanda, rusia. wew. Wait, mau nanya ke FMlovers sekalian. Di Save-an gua. Brazil adalah surganya wonderkids, tiap tahun scout di klub Juventus gua, rajin menemukan bintang 4 wonderkid. dan anehnya jarang sekali yang jadi major transfer klub eropa. Apakah ini salah satu sebabnya, talenta muda lebih suka main di liga sendiri ? Bagaimana di Save-an kalian. Apakah sama juga nih kasusnya ?

Pernahkah kalian sekelas dengan seseorang yang kalian anggap jenius saat kalian duduk di bangku sekolah atu kuliah ? dimana saat itu nilainya bagus-bagus banget. Sampai ketika saat kalian lulus, dan kalian bertemu setelah sekian lama, kalian terkejut karena dia menjadi begitu …biasa. Mungkin saat saya melihat dua orang figur ini di dunia nyata yang saya bandingkan dengan dunia FM, perasaan saya agak mirip dengan ilustrasi tadi.

Antonio Conte, yang karena suratan takdir. posisinya sebagai pelatih Juventus saya depak, karena ya, saya pengen aja iseng2 klik Juventus sebagai klub piihan saya saat new game. Tak lama menganggur di dunia FM, Arsenal merekrutnya saat opa Arsene Wenger pensiun dari Arsenal. Dan Nilai Loyalti 20, sepertinya berefek membuat dia betah berlama-lama di Arsenal, atau memang Arsenal adalah tempat nyaman sehingga Arsene Wenger di dunia nyata pun ogah pindah ? entahlah. Prestasi ? walau tidak bisa memberikan gelar premier, setidaknya Conte tetap rutin memberikan gelar ke Arsenal, ya FA, EURO Cup, Community Shield, dst.

image_thumb10

Tapi bagaimana dengan nasib Josep Guardiola, pelatih yang sebelumnya bisa meraih 6 piala dengan Barcelona. Setelah hanya mampu memberikan 2 gelar juara Liga Jerman di Bayern Muenchen. Akhirnya dipecat karena sudah tidak memenuhi ekspektasi klub. Enam bulan menganggur, Totenham Hotspur meminang si Pep, hasilnya ? nihil gelar. Liverpool pun berhasil membujuknya untuk menjadi pelatih kepala, hasilnya ? nihil gelar. Pindah ke New Castle united ? sekelas Pep Guardiola melatih New castle, hasilnya ? nihil gelar. Tragis. Tangga di game save saya saat tulisan ini dibuat adalah 27 September 2023, yang ini juga bearti adalah 1 tahun sudah Pep Guardiola tanpa gelar, karena tak satupun klub yang menaksir dia. Tragis.

image_thumb111[1]

Penulis : Artupoke

Team Talk : My Football Manager 2014 in words (Part 2/6)

11 Sep

FMLovers,

Tulisan ini adalah sambungan dari https://darmakusuma.wordpress.com/2014/09/05/team-talk-my-football-manager-2014-in-words-part-16-2/ , dimana tulisan ini adalah bagian dari rangkaian tulisan My Football Manager 2014 in words. Pada tulisan ini, saya akan membahas :

  • Liga dan Klub

image_thumb12

Sebetulnya tidak mengejutkan kalau kita melihat 5 besar, dimana liga prancis, Liga Italia dan Liga Jerman yang konsisten saling salip di tempat ke tiga karena hanya 1 tim saja yang berbicara di Eropa. Juventus, Bayern Munchen dan Paris Saint German, jika dilihat di gambar bawah. Khususnya  di 10 besar, Liga Spanyol dan Inggris, sukses mengirim 3 wakilnya ke 10 besar.

image_thumb16

Hey, itu kalau di Eropa, bagaimana kalau dunia ? Entahlah kalau di dunia FM kalian, tapi Flamenggo dan Fluminse sukses mematahkan dominasi klub eropa di 10 besar Klub dengan peringkat reputasi tertinggi di dunia. Walau dari Liga Brazil. tapi kesuksesan meraka bergantian berkuasa di liga antar klub dan interkontinental. Sukses menggeser kekuatan klub eropa ke amerika latin.

image_thumb17

Lihat saja, history Flamenggo dibawah ini.

image_thumb111

  • World Cup dan Euro Cup

image_thumb6[1]image_thumb101

Jika didunia nyata kita sudah mengetahui bahwa Jerman adalah Juara World Cup 2014, bagaimana di FM (saya) ? Sambutlah Inggris, kampiun WC 2014 dan juga WC 2018. Tapi sepertinya kekuatan Inggris tidak mampu berbicara di Liga Eropa. But Who care ? Peringkat dunia nomor 1 sudah cukup untuk membicarakan kekuatan tim nasional Inggris di savean saya ini. Sesuatu yang berbanding terbalik di dunia nyata untuk saat ini.

image_thumb11

 

Penulis : Artupoke

 

Main FM 2014 Transfer Update Summer Musim 2014-2015 [Update Berkala]

7 Sep

*Update 7 September 2014

 

 

Sambil menunggu FM 2015 yang belum rilis ada baiknya buat kamu yang udah gak sabar menanti bursa transfer terbaruseperti musim 2014-2015 yang sudah bergulir kamu bisa mendownload salah satu transfer update dari beberapa data editor seperti milik pr0, STEVE85 dan Whizzkids yang datanya transfernya cukup akurat

Transfers Update :
1. Update transfer liga diseluruh dunia.
2. Perubahan data kontrak.
3. Perubahan pelatih dan Manager.
5. Koreksi nomor pemain.

General Changes :
1. Perubahan Negara.
2. Favorite clubs, Favourite staffs.
3. Pergantian pemilik Klub.
4. Update Injury.
5. Perubahan Status CA dan PA
6. Wonderkids baru.

Download File (pilih salah satu) :
pr0 (86.503 perubahan) untuk updatenya bisa di cek di FBnya
STEVE85  update tanggal 6 september
Whizzkids dibuat oleh 4 editor update tgl 2 september

Cara pasang :

  1. Save file yang tadi .dbc atau xml-nya ke folder Documents\Sports Interactive\Football Manager 2014\editor data
  2. Play NEW GAME 
  3. Pilih database (bebas, utamakan patch 14.3)
  4. Centang bagian change
  5. Check list file dbc nya yang tadi di download
  6. Selesai 
Sumber :
FmScout

Sumber gambar : detik.com

 

Penulis : Handy Fernandy.

Team Talk : My Football Manager 2014 in words (part 1/6)

5 Sep

FM Lovers,

Tanggal saat tulisan ini mulai dibuat adalah 18 Agustus 2014, (walau telat, marilah kita bersama-sama mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke 69 tahun ! Jaya selalulah Indonesiaku). Saya, dan mungkin sebagian besar FMLovers yang lain sudah mulai berada di penghujung karir managerialnya, di Football Manager 2014. Ya di FM14 saja, kemungkinan sangat besar masih berlanjut di FM15, karena saya masih tidak mampu untuk melepaskan diri dari pelukan Game Terkutuk ini. Game FM15 pre-order sudah antri dengan manisnya di library akun steam saya, tinggal menunggu hari H kelahirannya saja. Mungkin sensasi ini sama seperti kamu sedang puasa di siang hari, dan kamu sudah mengetahui jam serta menit kamu akan berbuka. Mungkin,

Tulisan ini saya buat sebagai resume dari perjalanan saya di dunia imajinasi Football Manager 2014. Seperti yang sudah saya katakan di tulisan sebelumnya, membicarakan save-an game di Football Manager, sama dengan berbicara tentang pengalaman hidupmu. Semua manager mempunyai jalan karirnya yang berbeda satu sama lain, begitu banyak persimpangan jalan yang harus dipilih untuk menentukan apakah kamu layak berada di jajaran manager level atas, atau di jajaran level lebih atas lagi. (saya bilang demikian karena, saya yakin tidak ada yang memainkan game ini hanya berkutat di sebagai manager gagal. Karena sukses dimata kita berbeda-beda, seperti target board setiap klub yang berbeda pula. Jika saya salah, protes tidak bayar kok).

image_thumb8[1]

“I think I should include Football Manager on my resume”

Paragraph ini saya awali dengan Achievement addictedness Rating saya, seperti gambar di atas. Rating tersebut tercapai dengan memainkan (atau saya yang dimainkan game ini ? ah sudahlah) 13 Hari 23 Jam dan 19 menit. Dengan 246 kali saves, bearti saya hanya memainkan game ini rata-rata 1,5 jam setiap kali bermain. Hmm, ternyata memang waktu bermain saya menurun drastis dengan bertambahnya kesibukan di dunia nyata. But well, 1,5 jam sepertinya sudah cukup untuk merasakan nikmatnya berdua dengan FM ini bukan ?

Dengan game data berada di musim 2023/2024. Bearti total sudah 10 musim yang saya jalani. Di Save-an ini saya hanya bermain di satu klub saja, Juventus F.C. Alasan kenapa tidak mau pindah ? karena saya sudah terlalu takut akan kekalahan apabila berhadapan melawan tim yang saya sudah saya bangun selama ini. Mungkin sama seperti alasan Sir Alex Ferguson yang tidak pindah-pindah dari Manchester United, tidak kuat hatinya apabila nanti timnya harus berhadapan dengan MU, mungkin.

image_thumb7

Achievement saya cukup dilihat di selembar biography di atas. Pada tulisan berikutnya saya akan lebih banyak bercerita tentang kejadian-kejadian di dunia FM14 saya, yang saya rasa pantas dimasukkan di di tulisan ini. seperti bagaimana pertarungan antar kompetisi dan klub dunia, para Head Coaches yang melegenda di save-an saya, dan timnas indonesia.

Lihat Part-2 disini

Penulis : Artupoke