#FM16Competition Real Comeback in Final DFB-Pokal

18 Nov

Muhammad Rizky

Sabtu, 14 Mei 2022

Musim 2021/2022 akan segera berakhir. Laga terakhir bertajuk Final DFB-Pokal menjadi sajian utama, dan kami akan bermain di laga terakhir tersebut. Ya, Wolfsburg yang saya latih saat ini berhasil ke final setelah dalam perjalanannya cukup terjal, ketika susah payah mengalahkan Bayern Muenchen 1-0 di kandang sendiri. Muenchen hingga saat ini masih menjuarai Bundesliga, dan kami tidak dapat berbuat banyak, bahkan hanya berada di posisi ketiga klasemen akhir, posisi yang buruk mengingat dua musim sebelumnya meraih runner-up. Inilah yang membuat pada akhirnya kami harus meraih gelar DFB-Pokal sebagai pelipur lara atas musim yang tidak terlalu memuaskan bagi kami. Sayangnya, lawan yang harus kami hadapi adalah lawan yang selalu menyulitkan, Schalke 04. Ketika melawan mereka kami selalu saling mengalahkan, ini yang membuat kami merasa cukup kesulitan untuk bisa mengalahkannya, namun kami optimis dapat meraih gelar.

Laga Schalke 04 melawan Wolfsburg digelar. Bisa dikatakan ini adalah pembuktian siapa yang lebih baik mengingat hasil pertemuan keduanya selalu berimbang. Saya menginstruksikan agar bermain kolektif dan secepatnya meraih gol agar menjadi lebih tenang.

 

Namun apa yang saya rencanakan tidak sesuai dengan harapan, justru di menit ke-3 Franco di Santo mampu mencuri gol untuk Schalke. Belum berhenti sampai disitu, menit ke-9 giliran max Meyer mampu memperlebar skor. 2-0 untuk keunggulan Schalke. Tentu saya kaget karena di sepuluh menit awal sudah kebobolan, bahkan dua gol. Langsung saya instruksikan agar bermain menyerang. Menit ke-12 pemain kesayangan para fans Andre Schuerrle berhasil menipiskan jarak lewat bola rebound hasil freekick Gianluca Gaudino, 2-1 masih untuk Schalke. Saya terus menerus menginstruksikan untuk bermain menyerang. Attack Attack Attack!!! Namun justru bermain menyerang sangat beresiko dan dibayar mahal, pemain muda mereka Mario Franzke(regen) berhasil mencetak gol dan memperlebar jarak dengan kami, 3-1 untuk Schalke. Mau tidak mau kami harus tetap menyerang dan terus menyerang. Namun tidak ada gol lagi hingga babak pertama usai. 3-1 untuk Schalke.

Di ruang ganti tentu saya tidak puas dan berkata “Di pertandingan yang lalu kalian kalah oleh Schalke, jadi ini waktunya untuk balas dendam, apalagi di pertandingan final” Attack Attack Attack !!! Kata-kata saya membuat banyak pemain merasa termotivasi, ini menjadi langkah yang baik untuk membalikkan keadaan.

Babak kedua sudah dimulai, saya langsung mengganti strategi agar lebih menyerang dengan memasukkan striker Enes Uenal. Saya selalu menginstruksikan para pemain agar langsung menekan dan mencari gol secepat mungkin, dan benar saja, belum genap 1 menit Enes Uenal berhasil mencetak gol. Ayo, ayo, ayo kalian bisa !!! Itulah teriakanku saat Uenal mencetak gol. 3-2 untuk Schalke. Kemudian permainan seperti menjadi milik kami, kami berhasil mendominasi permainan, tidak seperti babak pertama yang dikuasai Schalke.

Menit ke-69, GOAL !!!! Akhirnya Yannick Gerhardt berhasil menyamakan kedudukan lewat sundulan dari tendangan sudut, 3-3 kondisi berimbang saat ini. Tentu saja saya langsung menginsstruksikan untuk meraih kemenangan, karena kami telah menguasai laga.

Dan akhirnya GOAAAAAAAAAALLLLLLLL !!! Uenal berhasil mencetak gol keduanya di menit ke-71 dan kami berbalik unggul 3-4. Saya sangat sanagt senang namun masih dalam koridor wajar karena laga belum selesai.

Peluit akhir berbunyi. Akhirnya kami juara dengan cara yang mengejutkan, berhasil comeback dari 3-1 menjadi 3-4.Saya hanya bisa berkata comeback, comeback, we’re comeback. Saya tidak menyangka kalau akan sesulit ini untuk meraih gelar, namun seperti yang kita tahu, semuanya membutuhkan kerja keras. What a game!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: