#FM16Competition Akhir Pahit Tottenham Hotspur

21 Nov

 

 Oleh : Rafi Alif

Tabel klasemen menunjukkan angka yang ketat antara sang pemuncak, Tottenham Hotspur dan rival sekota, Chelsea yang menguntit di posisi kedua. Kedua tim memiliki poin yang sama, 86 poin. Hanya saja, Spurs jauh lebih baik dalam hal mencetak dan kebobolan gol.

Spurs sempat mengalami masa indah yaitu lebih dari setengah musim tak terkalahkan. Sebelum akhirnya badai cedera dan kelelahan menerjang.

Tottenham dilanda badai cedera. Hugo Lloris harus absen tujuh bulan, Heung Min-Son keluar selama empat bulan, dan Erik Lamela absen selama satu bulan. Saya juga telah menjual Nacer Chadli, persediaan sayap pun luar biasa terbatas. Saya terpaksa memainkan Grant Ward yang kebetulan telah kembali dari masa peminjaman dan beberapa kali memainkan Wissam Ben Yedder atau Danny Rose di sayap.

Chelsea berhasil memenangkan laga melawan Swansea City dengan skor 4-1 melalui gol-gol dari Gary Cahill, Oscar, Eden Hazard, dan Willian. Chelsea memimpin klasemen dengan 89 poin.

North London Derby yang tersaji di pekan ke-37 menentukan dua hal: siapa yang terbaik di London Utara dan kejelasan posisi Spurs di puncak. Sehari sebelumnya, Chelsea berhasil memenangkan laga melawan Swansea City dengan skor 4-1 melalui gol-gol dari Gary Cahill, Oscar, Eden Hazard, dan Willian. Chelsea memimpin klasemen dengan 89 poin.

Laga berjalan ketat dan akhirnya kebuntuan pecah di menit 47 ketika Roman Neustadter berhasil cetak gol. Saya mulai mencoba untuk bertahan dan menyegarkan pemain. Saya memasukkan pemain muda, Shaq Coulthirst menggantikan Wissam Ben Yedder yang terlihat tumpul. Sebagai info, saya tidak memainkan Harry Kane karena kondisi nya dibawah 85%.

Menit ke-75 Alexis Sanchez berhasil menyamakan kedudukan. Saya mulai panik dan mulai memikirkan hal terburuk. Lima menit kemudian, Coulthirst berhasil mengembalikan keunggulan Spurs. Saya mulai diatas angin dan menerapkan strategi contain dan mengulur waktu. Saya hampir tidak percaya ketika Oxlade Chamberlain berhasil mencetak angka di menit ke-86. Sialan, saya mengumpat dalam hati dan mulai pasrah. Kami tertinggal 2 poin.

 

 

 

 

 
The Blues menghadapi The Citizens di akhir musim, dan saya menghadapi West Ham. Saya gagal memanfaatkan peluang ini karena Spurs hanya imbang 2-2 (lagi). Padahal di sisi lain London, Chelsea tunduk 4-2 atas Manchester City. Chelsea berhasil menjuarai liga dengan 89 poin, disusul Spurs dengan 88 poin dan United dengan poin sama.

Saya berhasil juara Europa League mengalahkan Arsenal, namun tidak terlalu mengobati kegagalan dramatis saya di liga.

Mungkin anda bertanya-tanya mengapa saat hanya fokus ke laga melawan Arsenal? Padahal pertandingan West Ham kan menentukan? Jawabannya, North London Derby lebih prestisius dan kebetulan laga berjalan dramatis. Lagipula, saat laga menghadapi West Ham saya tidak seheboh saat NLD berlangsung.

 

Info lain:

Harry Kane dan Wayne Rooney menyabet sepatu emas bersama, Saya mendapat gelar Manager of the Year, Hugo Lloris menyabet Golden Glove dengan 20 clean sheet, Yaya Toure mendapat gelar Player of the Year, Eden Hazard mendapat Young Player of the Year.

Team of the Year: Lloris; Walker, Otamendi, Smalling, Davies; Dembele, Toure, Sanchez, Lamela; Kane, Rooney.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: