#FM16Competition LIBERO MASIH HIDUP

25 Nov

Oleh : Naufal Husain

Menjadi seorang manajer tim league 2 tidaklah mudah. Karena hamper mustahil para pemainnya dipanggil untuk jeda internasional, maka hamper setiap minggu ada pertandingan yang harus dijalani. Beruntunglah musim sudah selesai. Aku bisa pulang ke Indonesia dengan tenang. Dasar maniak, ketika liburanpun aku masih membuka-buka buku diaryku yang berisi pertandingan-pertandingan berkesan. Semua rekaman pertandingan tim juga kubawa.

Selepas maghrib, aku membuka buka diaryku. Aku baca beberapa kilasan pertandingan di musim pertamaku. Sampailah aku pada pertandingan kesepuluhku bersama Portsmouth, tim yang kuasuh. Aku berhenti membalik halaman, dan membaca kilasan pertandingan itu. Sekilas, itu seperti kemenangan penting yang “biasa”. Bagi manajer musim pertama, sangatlah sulit untuk tampil konsisten langsung di awal musim, dan kemenangan tersebut amat berarti. Tapi, hal itu terdengar klise, alias biasa saja. Lantas, apa yang membuat pertandingan tersebut menarik, sampai aku berhenti membalik halaman?

 

Libero. Ya. Libero. Di pertandingan itu, liberoku mencetak gol. Masih biasa saja? Oke. Liberoku menerobos jantung pertahanan lawan dan menaklukkan kiper dalam keadaan 1-on-1. Seketika itu pula aku mencari rekaman pertandingan tersebut. Dan….dapat!!!

 

Aku masih ingat, awal musim itu Portsmouth tampil masih angin-anginan. Tim belum tampil sesuai harapan. Sampailah pada pertandingan ke-10 di liga. Kami harus bertandang ke markas Hartlepool. Di atas kertas kami mudah saja menaklukkan mereka, tapi melihat permainan kami yang masih belum stabil, saya tetap waspada.

Saya menurunkan skuad yang saya anggap terbaik untuk meraih kemenangan.

Pertandingan berjalan baik. Alex Kiwomya sudah membuat kami unggul pada menit 8. Namun, setelah itu saya merasa was-was mengingat pada beberapa laga sebelumnya kami di-comeback oleh tim lawan. Memasuki menit 27, terjadilah peristiwa bersejarah bagi saya…

(custovic menguasai bola, segera umpan ke Kiwomya)

(sedikit diolah, kembalikan ke Custovic. Hugo Fernandez berlari setelah melihat celah)

(custovic yang melihat pergerakan Fernandez langsung memberi umpan terobosan)

(setelah berkelit dengan bek lawan, Fernandez menemui situasi 1vs1 dengan kiper lawan, lalu menendang ke kiri atas gawang)

GOLAZO!!!! Gol yang sangat menawan oleh seorang libero!

Setelah gol tersebut, tim kami berhasil mempertahankan skor 0-2 untuk kemenangan kami. Kami pulang dengan sangat bahagia. Apalagi saat itu Fernandez menjadi Man of the match. Kemenangan atas Hartlepool mengawali rentetan pertandingan tak terkalahkan pada laga-laga selanjutnya.

***

Sungguh, sebuah momen tak terlupakan. Sekaligus, itu menjadi momen saya untuk membuktikan bahwa libero belumlah habis, seperti yang banyak FM-player keluhkan selama ini. Ia hanya akan bergerak apabila ada ruang yang sangat mencukupi dan situasi yang tidak merugikan ataupun membahayakan timnya. Beri ia ruang, dan…. BLOOM.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: